Selasa, 27 November 2012

WUKU

wuku

WUKU.

Tiap-tiap wuku mempunyai watak sendiri-sendiri. Watak wuku dapat dipergunakan untuk mengetahui dasar watak bayi lahir :

1. Sinta..dewanya sangyang Yamadipati = wataknya seperti raja dan pendita,  banyak kemauan, keras, cepat bahagia, bakat kaya harta benda. Memanggul tunggul = mudah mendapatkan kesenangan hidup. Kaki belakang direndam dalam air = perintahnya panas didepan dingin belakang. Pohonnya : Kendayakan = jadi pelindung orang susah, dan orang minggat.
Burungnya : Gagak = mengerti petunjuk gaib. Gedungnya didepan = memperlihatkan simbul kekayaannya, pradah hanya lahir. Bahayanya : Berada di pertengahan  umur. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus, lauknya daging kerbau seharga 21 keteng dimasak pindang, membelinya tidak menawar. Selawatnya 4 keteng. Doanya : Tolak bilahi. Candranya : Endra = gemar bertapa brata, angkuh, suka kepada kepanditan. Ketika kala wuku berada ditimu laut, selama 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

2. Landep.dewanya sangyang Mahadewa = bagus rupanya, terang hatinya, gemar bersemadi. Kakinya direndam dalam air  = perintahnya keras didepan dingin dibelakang, kasih sayang. Pohonnya : Kendajakan = jadi pelindung orang sakit, orang sengsara dan orang minggat. Burungnya : Atatkembang = jadi kesukaan para agung, jika menghambakan diri jadi kesayangan. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir.
Bahayannya : korobohan pohon. Tangkalnya : Selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. Lauknya daging rusa dicacah lalu dibakar. Selawatnya 4 keteng. Doanya : Kabul. Candranya : Surating raditya = tajam ingatannya, dapat mengerjakan segala pekerjaan, dapat menggrirangkan hati orang lain.

3. Wukir.dewanya sangyang Mahayekti = besar hatinya, menghendaki lebih dari sesama. Tunggalnya : didepan = akhirnya hidup senang. Menghadapi air di jembung besar = baik budi pekertinya. Pohonnya : Nagasari = bagus rupaya, sopan-santun, jika bekerja dicintai oleh majikannya. Burungnya : Manyar = tak mau kalah dengan sesama, dapat mengerjakan segala pekerjaan. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir. Bahayanya : dianiaya.
Penangkalnya : selamatan nasi uli, beras sepritah dikukus, daging ayam ayam putih dimasak pakai santan dan sayur lima macam. Selawatnya 4 keteng. Doanya rajukna. Candranya : Gunung artinya jika didekati sulit dan berbahaya jika dilihat dari jauh menyedapkan pemandangan. Ketika kolo wuku berada ditenggara, dalam 7 hari tidak boleh mendatangi tempat kolo.

4. Kurantil.dewanya sangyang Langsur = pemarah. Memanggul tunggal = akhirnya mendapat kesenangan hidup. Air dalam jimbung besar disebelah kiri = serong hatinya. Pohonnya : Ingas = tak dapat untuk berlindung, karena panas. Burungnya : Salinditan = tangkas. Gedungnya terbalik didepan = murah hati. Bahayanya : jatuh memanjat.
Penangkalnya : selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam lereng dipecal. Selawatnya 7 keteng. Doanya : rajukna dan pina. Candranya : Woh-wohan = tak tentu rejekinya.Ketika kolo wuku berada dibawah, dalam 7 hari tak boleh turun dari gunung dan tak boleh menggali tanah.

5. Tolu.dapat menyenangkan hati orang lain, kalau marah berbahaya, tak dapat dicegah, Tunggulnya : dibelakang = kebahagiannya terdapat dibelakang hari. Pohonnya : Wijayamulya = sangat indah rupanya, tajam roman mukanya, tinggi adat-istiadatnya, teliti, suka pada kesunyian, selamat hatinya. Burungnya : Branjangan = riang tangan, cepat bekerjanya. Gedungnya didepan = suka memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir. Bahayanya = ditanduk atau disiung.
Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam dimasak dengan santan. Selawatnya 3 keteng. Doanya : Kabul. Candranya : Wangkawa = angkuh, tidak tetap, suka bohong.Ketika kolo wuku berada dibarat-laut, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

6. Gumbreg.dewanya sangyang cakra = keras budinya, segala yang dikehendakinya segera tercapai, tak mau dicegah, pengasih. Kakai sebelah yang didepan direndam dalam air = perintahnya dingin didepan, panas dibelakang. Pohonnya : beringin = jadi pelindung keluarganya, budinya tinggi. Burungnya : ayam hutan = liar, dicintai oleh para agung, suka tinggal ditempat sunyi. Gedungnya dikirikan = penyayang, jika marah taka sayang kepada harta bendanya.
Bahayanya : tenggelam atau kejatuhan dalam. Tangkalnya : selametan nasi pulen beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam berumbun yang masih muda dan daun-daun 9 macam. Selawatnya 4 keteng. Doanya : Rajukna. Candranya : Geter nekger ing wijati = hening pikirannya, perkataannya nyata redhoan.Ketika “kala wuku” berada di Selatan menghadap utara, dalam 7 hari tidak boleh memandang wajah kala.

7. Warigalit, dewanya sangyang asmara = bagus rupanya,senang asmara, cemburuan, hatinya mudah tersentuh, Pohonnya : sulastri = bagus rupanya, banyak yang cinta. Burungnya : kepodong – cemburuan, tak suka berkumpul dengan orang banyak. Bahayanya : tersangkut suatu perkara.
Tangkalnya : selametan nasi urap beras sepitrah dikukus, lauknya daging kerbau ranjapan (pembelian bersama-sama), dimasak getjok. Selawatnya 8 keteng. Doanya : tolak bilahi. Candranya : kaju kemladean ngajak sempal = dimana-mana dapat tumbuh. Ketika “kala wuku” berada diatas, dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala

8. Warigagung, dewanya sanghyang mahajekti = berat tanggungannya, berkeinginan. Tunggulnya : dibelakang – rejekinya dibelakang hari. Pohonnya : cemara = rame bicaranya, lemah lembut perintahnya dan dihormati. Burungnya : betet = keras kemauannya, pandai mencari kehidupan. Gedungnya dua buah dibelakang  dan didepan = ichlasnya hanya setengah. Bahayanya : dimarahi temannya.
Penangkalnya : selamatan nasi uduk bers sepitrah dikukus, lauknya daging bebek dimasak gurih dan daun-daunan 5 macam. Selawatnya 5 keteng. Doanya : rasul. Candranya : Ketug lindu = menepati perkataannya, jika marah menakutkan, tidak mau menerima takdir. Ketika “kala wuku” berada di utara menghadap ke selatan, dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala.

9. Julungwangi, dewanya sanghyang sambu = tinggi perasaannya, tidak boleh disamai. Mengahadap air dijembung = pradah ikhlasan, akan tetapi harus diperlihatkan harum = dicintai oleh orang banyak. Burungnya kutilang = banyak bicara dan perkataannya dipercayai orang, dicintai para pembesar.
Bahayanya : diterkam harimau. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam brumbun dan uang suwang (+/- 81 ½ sen). Selawatnya : kucing. Doanya Tolak bilahi. Candranya : kasturi arum angambar = segala kehendaknya belum terjadi telah tersiar banyak yang cinta.

10 Sungsang, dewanya sanghyang gana = pemaranh, gelap hati. Air dijebung didepannya +/- pradah, ikhlasan, harus diperlihatkan pemberiannya, banyak rejekinya. Pohonnya : tanganan = tak suka menganggur, keras budinya, suka kepada kepunyaan orang lain. Burungnya : nori = pemboros, jauh kebahagiaannya, murka. Gedungnya terbalik dibelakang = ikhlasan dengan tidak pakai perhitungan.
Bahayanya : kena besi. Tangkalnya : selamatan nasi megana dan tumpeng betas 2 pitrah, daun-daunan 9 macam dicampur dalam tumpeng. Selawatnya 10 keteng. Doanya : Kabul. Candranya : sekar wora-wari bang = besar amarahnya, tetapi mudah dicegah. Ketika “kala wuku” berada di timur dalam 7 hari tidak boleh mendatangani tempat kala.

11. Galungan, dewanya sangyang Komajaya = teguh hatinya, dapat melegakan hati orang susah, cinta pada perbuatan baik, jauh kepada perbuatan jahat. Memangku air dalam bokor =suka bersedekah, pengasih, namun sedikit rejekinya. Pohonnya : Tanganan  = ringan tangan, keras budinya, gampang suka pada kepunyaan orang lain. Burungnya : Bido = besar nafsunya, murka.
Bahayanya : berselisih.Penangkalnya : selamatan nasi beras sepitrah dikukus, lauknya daging kambing. Doanya : Selamat pina. Candranya : peksi wonten ing luhur = jika mencari hasil dengan menundukkan kepala, sebab gora-goda. Ketika kolo wuku berada di selatan daya, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

12.Kuningan, dewanya sangyang Indra = melebihi sesama, tinggi derajatnya. Pohonnya : Wijayakusuma = rupanya sangat indah, sangat puaka, tinggi budinya dan teliti, menghindari keramaian, selamat hatinya. Burungnya : Urang-urangan = cepat bekerjanya, lekas marah, pemalu.
Gedungnya dibelakang, jendelanya tertutup = hemat. Bahayanya = diamuk..Penangkalnya : selamatan nasi punar beras sepitrah dikukus, lauknya daging kerbau membelinya beramai-ramai, digoreng. Selawatnya 11 keteng. Doanya : Kabul. Candranya : Garojogan = rame bicaranya, banyak bohong.Ketika kolo wuku berada di Barat, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala

13. Langkir, dewanya sangyang Kala menggigit bahunya sendiri = besar nafsunya, tidak sayang kepada badannya sendiri, yang melihat takut, buruk adat-istiadatnya, tidak mau menurut, murka, banyak larangan. Pohonnya : Ingas dan cemara tumbang = panas hati, tak boleh didekati orang,
Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah dikukus, lauknyadaging kambing dan ikan dimasak pakai santan, sayuran secukupnya. Selawatnya 5 keteng. Doanya : Slametpina. Candranya : Redi gumaludug = bicaranya menakutkan, tetapi tidak mengapa.Ketika kolo wuku berada di selatan daya, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

14. Mandasia,dewanya sangyang Brama, kuat budinya, pemaran, tak mau memberi ampun, jika marah tak dapat dicegah, tegaan. Pohonnya : Asam = kuat dan dicintai orang banyak, jadi pelindung sengsara. Burungnya : Platukbawang = kuat budinya, cepat pekerjaannya, tidak sabaran. Gedungnya terguling didepan = hemat dan banyak rejekinya. Bahayanya : Kena api dan dijahili orang.
Penangkalnya : selamatan nasi merah beras sepitrah dikukus, sayur bayam merah, daging ayam merah dipindang dan bunga setaman yang merah. Selawatnya uang baru 40 keteng. Doanya : Slamat. Candranya : Watu item munggeng papreman lan wreksa gung lebet tancepnya = sabar, tetapi jika marah kejam.Ketika kolo wuku berada diatas, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

15. Djulungpujut, dewanya sangyang guretno, = suka kepada keramaian, tersiar baik, mempunyai kedudukan yang lumayan. Menghendaki bukit = besar kemaunnya, tak suka diatasi, menghendaki memerintah. Pohonnya : Rembuknya = indah warnanya, tidak berbau, dimana-mana jadi kunjungan orang.
Burung : Prijohan = besar kemauannya, halus budinya. Bahayanya : diteluhPenangkalnya : selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus, daging ayam merah dipanggang, daun- daunan 9 macam. Selawatnya 30 keteng. Doanya : Balasrewu dan Kunut. Candranya : Palwa ing samodra = kesana-kemari mencari nafkah, rejekinya tidak kurang.Ketika kolo wuku, berada di utara dan selatan, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

16. Pahang, dewanya sangyang tantra = perkataannya melebihi sesama, tidak sabaran menepati janji. Jembungnya disebelah kiri dibelakangnya = suka jalan serong. Memanggul senjata tajam = waspada, kasar perkataannya, panas hati, suka bertikai. Pohonya : Kendayaan = jadi pelindung orang sakit, orang sengsara dan orang minggat. Burung : Cocak = gelatak bicaranya. Gedung telentang = boros.
Bahayanya : dianiaya.Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras sepitrah, lauknya daging ayam dimasak sansan, daun-daunan 11 macem. Selawatnya 9 keteng. Doanya : Rasul.Candranya : Pulo katinggal saking tebih = tersiar semua tingkah lakunya, lahirnya suci, batinnya kotor, angkuh, selalu susah.Ketika kolo wuku berada di Barat-Laut dalam 7 hari tak boleh mengunjungi tempat kala.

17. Kuruwelut, dewanya sanhyang wisnu : tajam ciptanya, tinggi dan selamat budinya, melebihi sesama dewa. Memanggul : cakra = tajam hatinya, berhati-hati. Pohonnya : parijata = jadi pelindung dan besar kebahagiaannya. Burungnya : puter = jika berbicara mula-mula kalah, akhirnya menang, tidak pernah bohong, tidak suka terhadap perkataan yang remeh. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, puaka tak dapat dipermudah.
Bahayanya : kena racun daun. Tangkalnya : selamatan bermacam-macam sayuran, jajan pasar, sekar boreh, tindihnya uang lama sebaranDoanya : tawil. Candranya : tirta wening = sedikit bicaranya, suci hatinya, diturut perintahnya, jadi tempat pengungsian. Ketika “kala wuku” berada diatas, dalam 7 hari tidak boleh mendatangitempat kala.

18. Mrakeh, dewanya sangsyang surenggana = tawakal hatinya, agak ingatan, berkesanggupan, berani kepada kesulitan. Tunggulnya membalik = lekas hidup senang. Pohonnya : Trengguli = buahnya tidak berguna. Tak mempunyai burung = tak boleh disuruh jauh, tentu mendapat bahaya. Gedungnya dipanggul = memperlihatkan pemberian. Bahayanya : tenggelam.
Tangkalnya : selamatan nasi uduk, daging ayam mulus dimasak dengan santan dan bermacam-macam ketan. Selawatnya 100 keteng.Doanya : tolak bilahi. Candranya : pandam ageng amerapit = tawakal, mempunyai hati kasihan kepada orang miskin. Ketika “kala wuku” berada di utara, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

19. Tambir, dewanya sanghyang siwa = lahir dan batinnya terkadang berlainan. Pohonnya : Upas = bukan tempat perlindungan, tajam perkataannya. Burungnya : prenjak = tahu petunjuk gaib, suka membuat perkabaran yang mengherankan, . Gedongnya ditengah = tinggi percaya dirinya  Bahayanya : terkena pasangan. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah diliwet, lauknya daging bebek dan ayam dipindang, kuah merah dan putih dan ketimun 25 buah.
Selawatnya : pisau baja dan jarum satu. Doanya : slamet dina. Candranya : idune lir upas ratjun = dihargai semua perkataannya. Ketika “kala wuku” berada di barat daya, dalam 7 hari tidak boleh mengunjungi tempat kala.

20. Madangkungan, dewanya sanghyang basuki : ahli bicara, tawakal, tetap hatinya. Pohonnya : plasa = hanya jadi perhiasan hutan, tidak ada gunanya. Burungnya : pelug = suka tinggal di air, suka tinggal ditempat sunyi. Gedungnya di atas = mendewa-dewakan kekayaannya, tawakal, hemat. Bahayanya : dibunuh pada waktu malam. Tangkalnya
Selamatan nasi punar beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam kuning (wiring kuning) dan berumbun, digoreng, jenang merah pada waktu hari kelahirannya. Selawatnya : 5 keteng. Doanya : ngumur. Candranya : umajang kang tetabuhan = menepati perkataan, dan dapat menyenangkan hati orang lain. Ketika “kaa wuku” berada di timur, dalam 7 hari tak boleh mendatangi kala

21. Maktal, dewanya sanghyang sakri = lurus hatinya, baik pekerjaannya. Pohonnya : nagasari = bagus rupanya, lemah lembut tutur katanya, dicintai oleh pembesar. Burungnya : ayam hutan = liar dan tinggi budinya, banyak tanda-tandanya akan mendapat bahagia, suka tinggal ditempat sunyi. Gedungnya ditumpangi tunggal = kaya benda dan dihormati. Bahayanya = bertikai.
Tangkalnya : selamatan nasi uduk, daging ayam dan bebek dimasak 2 macam, dipindang dan dimasak dengan santan, niatnya : ngrasul. Selawatnya 4 keteng. Doanya : rasul. Candranya : lesus awor lan pancawara = lebar pemandangannya, dalam pikirannya. Ketika “kala wuku” berada di timur laut, dalam 7 hari tak boleh mendatangi kala

22. Wuje, dewanya betara kuwera = menggirangkan hati orang lain, perkataannya lurus dan mengherankan, singkat hati, tetapi sebentar baik. Memasang keris terhunus disebelah kaki = waspada dan tajam hatinya. Pohonnya : Tal = panjang umurnya, besar tanda kebahagiannya, kuat dan tetap hatinya. Burungnya : gogik = cemburuan, tak suka kepada keramaian. Gedungnya terlentang didepan = pengasih.
Bahayanya : diteluh. Tangkalnya : selamatan jajan pasar secukupnya dan bermacam-macam ketan seharga sataksawe (+/- 10 sen). Yang dibeli dahulu madu untuk selanunggal rum arum = peteng hati, sukar dijalani, suka kepada bau harum, besar kehendaknya. Ketika “kala wuku “ berada di barat, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

23. Manahil, dewanya sangyang Citragatra = menjunjung diri sendiri, dapat berkumpul ditempat ramai, bakat angkuh, selalu bersedia-sedia untuk membela diri. Air dijembung dibelakangnya = Arum perintahnya, akan tetapi tak mempunyai pangkat. Memangku tombak terhunus = waspada dan tajam hatinya.
Pohonnya : Tageron = sedikit faedahnya, liat hatinya. Burungnya : Sepahan = liar budinya, tajam pikirannya. Bahayannya : terkena senjata tajam.Penangkalnya : selamatan nasi liwet beras sepitrah, lauknya daging ayam dan ikan, sayuran secukupnya, sambal gepeng. Selawatnya 8 keteng. Doanya : Selamat tolak bilahi. Candranya : Trenggana abra ing wijit = sabar segala kemauannya, tak suka menganggur, banyak kemauannya.Ketika kala wuku berapa di Tenggara, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

24. Prangbakat, dewanya sangyang Bisma = pemarah, tangkas, pemalu, memperlihatkan watak prajurit, menghendaki jadi pemimpin orang, lurus pembicaraannya, segala yang dikehendaki tak ada sukarnya. Kakinya kanan direndam dalam air jembung = perintahnya dingin didepan panas dibelakang. Pohonnya : Tirisan = panjang umurnya, cukup rejekinya, tetap pikiranya.
Burungnya : urang-urangan = cepat kerjanya. Bahayanya : memanjat atu karena tingkahnya sendiri. Tangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah, lauknya daging sapi, dimasak bumbu manis, sayuran secukupnya. Selawatnya : pacul. Doanya : aelamat pina. Candranya : wesi trate pulasani = keras hatinya, cepat kerjanya, pemberi, jujur, belas kasihan. Ketika “kala wuku” berada dibawah, dalam 7 hari tak boleh turun dari gunung dan menggali tanah.

25. Bala, dewanya batari Durga = suka berbuat huru-hara,membuat berita, jahil, suka bercampur dengan kejahatan, tak ada yang ditakuti, pandai sekali bertindak jahat. Pohonnya : cemara = ramai bicaranya, lemah lembut perintahnya dan dihormati.
Burungnya : Ayam hutan = liar budinya, dicintai oleh pembesar, tinggi budinya, banyak tanda-tanda akan mendapat bahagia, suka tinggal ditempat yang sunyi. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah dilahir. Bahayanya : diteluh dan kena upas.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus, sayur 7 macam, panggang ayam hitam. Selawatnya 40 keteng. Doanya : Rajukna : Udan salah mangsa = rejekinya dari jual beli.Ketika kala wuku berada di Barat-Laut, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

26. Wugu, dewanya sangyang Singajala = banyak akal, lekas mengerti, baik budinya. Pohonya : Wuni sedang berbuah = siapa yang melihat bagaikan mengidam, akan tetapi jika telah makan, sering mencela, banyak rejekinya. Burungnya : Podang = cemburuan, tidak suka berkumpul. Gedungnya tertutup dibelakang = hemat dan pendia. Bahayanya : digigit ular dan disia-sia.
Penangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus dan bermacam-macam ketan, jajan pasar, lauknya daging bebek putih sejodoh dimasak dengan santan. Selawatnya 10 keteng. Doanya: Selamat. Candranya : awang-uwung = baik budinya.Ketika kala wuku berada di sebelah Selatan, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

27. Wayang, dewanya batari Sri = banyak rejekinya, pradah, bakti, teliti, dingin perintahnya dicintai oleh orang banyak. Jembung berisi air didepan dan duduk disitu = sejuk hatinya, sabar, rela hati, akan tetapi harus diperlihatkan pemberiannya. Pasang keris terhunus = perintahnya mudah didepan, sukar dibelakang. Pohonnya = Cempaka = dicintai oleh orang banyak
Burungnya = Ayam hutan = dicintai oleh pembesar, liar budinya, berbakat angkuh, senang tinggal ditempat yang sunyi. Bahayanya : kenah tulah dan difitnah.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus, daging kambing kendit dimasak macam-macam ketan, ayam dimasak sesukanya, sayuran secukupnya. Selawatnya 40 keteng. Doanya : selamat. Candranya : damar murub, bumi langit = selamat, banyak ilmunya.Ketika kolo wuku berada diatas, dalam 7 hari tak boleh naik.

28. Kulawu, dewanya sangyang Sadana = kuat budinya, besar harapannya. Duduk dijembung berisi air ditepi kolam = sejuk hatinya, dingin perintahnya. Membelakangi senjata tajam = pikirannya terdapat dibelakang, kurang pandai. Pohonnya : Tal = panjang umurnya, besar harapannya, kuat budinya.
Burungnya : Nori, boros, murka. Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir. Bahayanya : terkena bisa. Penangkalnya : selamatannasi golong beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam dan bebek yang berwarna merah, ikan dan daging burung, dimasak sekehendahnya. Selawatnya 5 keteng. Doanya : Kabula. Candranya : Bun tumetes ing sendang = ketika kecil miskin, akhirnya besar kebahagiannya, banyak rejekinya.Ketika kala wuku berada di Utara, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

29. Dukut, dewanya sangyang Sakri = keras hatinya. Menghadapi keris terhunus = waspada, tajam pikirannya, segala yang dilihatnya berhasrat dipunyainya. Pohonnya : Pandan wangi = kiri tempatnya, dengki, tak boleh didekati. Burungnya : Ayam hutan = dicintai oleh para pembesar, liar dan tinggi budinya, besar harapannya, suka tinggal ditempat sunyi.
Membelakangi gedungnya = hemat dan pendiam. Bahayanya : dimedan perang.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus, lauknya panggang ayam putih mulus dan ayam brumbun. Selawatnya satakswawe. Doanya : Slamet. Candranya : tunggul asri sesengkeraning nata = bagus rupanya, penakut.Ketika kala wuku berada di Barat, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

30. Watugunung, dewanya sangyang Antaboga dan batari Nagagini. Antaboga = senang tinggal alam untuk bertapa. Nagagini = gemar kepada asamara. Menghendaki janji = suka bertapa ditempat yang sunyi, jika menjadi pendita, mendapat kehormatan, gemar bersemedi, sering bersedih hati. Pohonnya : Wijayakusuma = rupawan, tinggi budinya, tidak suka pada keramaian, terlihat angkuh, teliti. Burungnya : Gogik = cemburuan. Bilahinya : teraniaya.
Penangkalnya : selamatan beras sepitrah dikukus, lauknya daging binatang yang diburu, binatang berliang, burung, semuanya yang halal, dimasak bermacam-macam jenang, daun-daunan 7 macam. Selawatnya 9 keteng. Doanya : Mubarak. Candranya : Lintang wulan keraianan = terang hatinya, tetapi tidak bercahaya.Ketika kala wuku berapa di timur, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

ENTAR-ENTARANE SRI SADHANA (SANGKAN PARANING DUMADI)


  • ENTAR-ENTARANE SRI SADHANA putrane batara WISNU ing tanah JAWA..turun kaping 9 saking Syang Hyang Adhama.(Nabi Adam as)


*naptu=18....umur 6-11th isi 2, 12-17ty isi 5, 18-23th isi 1, 24-29th isi o, 30-35th isi 4, 36-41th isi 1, 42-47 th isi 4,48-53th isi 0, 54-59th isi 1, 60-71th isi 4, 72-83th isi 0, 84-89th isi 4, 90-95th isi 1, 96-101th isi 4, 102th -ahir hayat isi 1...

*naptu=17...umur6-17th isi 1, 18-23th isi 0, 24-29th isi 5, 30-35th isi 0, 36-47th isi 1, 48-53th isi 5, 54-59th isi 2, 60-65th isi 0, 66-71th isi 1, 72-77th isi 2, 78-89th isi 5, 90-95th isi 1, 96-101th isi 0, 102th -ahir hayat isi 4,...

*naptu=16...umur 6-11th isi 0,12-17th isi 3,18-23th isi 1, 24-29th isi 2, 30-35th isi 0, 36-41th isi 1, 42-47th isi 3, 48-53th isi 1, 54-59th isi 2, 60-65th isi 7, 66-71th isi 2, 72-77th isi 0, 78-83th isi 7, 84-89th isi 1, 90-95th isi 0, 96th ahir hayat isi 2..


naptu=15...umur6-11th isi 2, 12-17th isi 0, 18-29th isi 1, 30-35th isi 5, 36-41th isi 2, 42-47th isi 0, 48-53th isi 1, 54-59th isi 2, 60-71th isi 5, 72-77th isi 1, 78-83th isi 0, 84-89th isi 4, 90th -ahir hayat isi 1.,..


*naptu=14....umur 6-11 th isi 1 ,12-17 th isi 0 ,18-23 th isi 1 ,24 -29th isi 4 ,30-35 th isi 4,36 -47th isi 0 ,48- 53 th isi 4,54-59 th isi 1, 60-65 th isi 4 ,66-71 th isi o,74-ahir hayat isi 4.

*naptu=13...umur 6-11th isi 3, 12-17th isi 1, 18-23th isi 0, 24 -29th isi 5, 30-35 th isi 0,36-47th isi 1, 48-53th isi 5, 54-59th isi 2, 60-65th isi 0, 66-71th isi 1, 72-77th isi 2, 78th-ahir hayat isi 5....

*naptu=12.....umur 6-11th isi 0, 12-17th isi 5,18-23th isi 1,24-29th isi 0, 30-35th isi 4, 36-41th isi 1, 42-47th isi 4, 48-53th isi 0, 54-59th isi 1, 60-71th isi 4,72th -ahir hayat isi o...

*naptu=11....umur 6-11th isi 2, 12-17th isi 4, 18-29th isi 1, 30-35th isi 8, 36-41th isi 1, 42-47th isi 0, 48-53th isi 1, 54-59th isi 2, 60-65th isi 0, 66th-ahir hayat isi 2...

*naptu=10....umur 0-6 th isi 1 ,12-17 th isi 0, 18 -23 th isi 4,,24-35 th isi 1, 36-41 th isi 3,42-53 th isi o,54-59 th isi 6,60-ahir hayat isi 4.

*naptu=9..umur 6-11th isi 2..12-17 th isi 5...18-23th isi 1,..24-29th isi 0, 30-35th isi 4, 36-41th isi 1, 42-47th isi 4, 48-53th isi 0, 54th -ahir hayat...isi 1..

*naptu=8....umur 6-11th isi 4, 12-17th isi 1, 18-23th isi 0, 24 -29th isi 1, 30-35th isi 0, 36-41th isi 3, 42-47 th isi 0, 48th-ahir hayat isi..7..

*naptu=7...umur..6-11th isi 4, 12-17th isi 1, 18-23th isi 4, 24-29 th isi 1, 30-35th isi 0, 36th -ahir hayat isi 2....

olah kepribadian agungpambudi72 10/10/2010..selesai di tulis pada 21/10/2010 ,9:08 AM in jakarta

PENANGALAN JAWA


Sistim Penanggalan Jawa


Sistim Penanggalan Jawa lebih lengkap dan komprehensif apabila dibandingkan dengan sistim penanggalan lainnya, lengkap dan komprehensifnya adalah suatu pembuktian bahwa ketelitian Jawa dalam mengamati kondisi dan pengaruh seluruh alam semesta terhadap planet bumi seisinya termasuk pengaruh kepada pranatan kehidupan manusia, dapat disampaikan antara lain adanya rumusan tata penanggalan jawa sebagai berikut :
1. Pancawara – Pasaran; Perhitungan hari dengan siklus 5 harian :
1. Kliwon/ Kasih
2. Legi / Manis
3. Pahing / Jenar
4. Pon / Palguna
5. Wage / Kresna/ Langking
2. Sadwara – Paringkelan, Perhitungan hari dengan siklus 6 harian
1. Tungle / Daun
2. Aryang / Manusia
3. Wurukung/ Hewan
4. Paningron / Mina/Ikan
5. Uwas / Peksi/Burung
6. Mawulu / Taru/Benih.
3. Saptawara – Padinan, Perhitungan hari dengan siklus 7 harian :
1. Minggu / Radite
2. Senen / Soma
3. Selasa / Anggara
4. Rebo / Budha
5. Kemis / Respati
6. Jemuwah / Sukra
7. Setu / Tumpak/Saniscara
4. Hastawara – Padewan, Perhitungan hari dengan siklus 8 harian :
1. Sri
2. Indra
3. Guru
4. Yama
5. Rudra
6. Brama
7. Kala
8. Uma
5. Sangawara – Padangon, Perhitungan hari dengan siklus 9 harian :
1. Dangu / Batu
2. Jagur / Harimau
3. Gigis / Bumi
4. Kerangan / Matahari
5. Nohan / Rembulan
6. Wogan / Ulat
7. Tulus / Air
8. Wurung / Api
9. Dadi / Kayu
6. Wuku, Perhitungan hari dengan siklus mingguan dari 30 wuku :
1. Sinta……..11. Galungan……..21. Maktal
2. Landhep……12. kuningan……..22. Wuye
3. Wukir……..13. Langkir………23. Manahil
4. Kurantil…..14. Mandhasiya……24. Prangbakat
5. Tolu………15. Julungpujud…..25. Bala
6. Gumbreg……16. Pahang……….26. Wugu
7. Warigalit….17. Kuruwelut…….27. Wayang
8. Warigagung…18. Marakeh………28. Kulawu
9. Julungwangi..19. Tambir……….29. Dhukut
10. Sungsang….20. Medhangkungan…30 Watugunung
7. Sasi Jawa – ada 12 :
1. Sura………5. Jumadilawal…9. Poso
2. Sapar……..6. Jumadilakhir..10. Sawal
3. Mulud……..7. Rejeb………11. Dulkangidah
4. Bakdomulud…8. Ruwah………12. Besar
8. Tahun Jawa – ada 8 :
1. Alip……..4. Je….7. Wawu
2. Ehe………5. Dal…8. Jimakir
3. Jimawal…..6. Be
9. Windu – umurnya 8 tahun :
1. Adi / Linuwih
2. Kuntara / Ulah
3. Sengara / Panjir
4. Sancaya / Sarawungan
10. Lambang – umurnya 8 tahun jumlahnya ada 2 :
1. Lambang Langkir
2. Lambang Kulawu.
11. Kurup – umurnya 15 windu atau 120 tahun, ada 7 kurup (menurut tanggal 1 Suro tahun Alip) :
1. Senen /Isananiyah….5. Jemuah / Jamngiyah
2. Selasa Salasiyah…..6. Setu / Sabtiyah
3. Rebo / Arbangiyah….7. Akad / akdiyah
4. Kemis / Kamsiyah
12. Mangsa- jumlahnya 12 :
1. Kasa / Kartika
2. Karo / Pusa
3. Katiga / Manggasri
4. Kapat / Setra
5. Kalima / Manggala
6. Kanem / Maya
7. Kapitu / Palguna
8. Kawolu / Wisaka
9. Kasanga / Jita
10. Kasepuluh / Srawana
11. Kasewelas / Sadha
12. Karolas / Asuji
Sistim Penanggalan Jawa disebut juga Penanggalan Jawa Candrasangkala atau perhitungan penanggalan bedasarkan peredaran Bulan mengitari Bumi. Petungan penanggalan Jawa sudah dicocokkan dengan penanggalan Hijriah.
namun demikian pencocokkan ini bukanlah menjiplak sepenuhnya juga memperhunakan perhitungan yang rumit oleh para leluluhur kita.
Ada perbedaan yang hakiki antara sistim perhitungan penanggalan Jawa dengan penanggalan Hijriah, perbedaan yang nyata adalah pada saat penetapan pergantian hari ketika pergantian sasi/bulan.
Candrasangkala Jawa menetapkan bahwa pergantian hari ketika pergantian sasi waktunya adalah tetap yaitu pada saat matahari terbenam (surup – antara pukul 17.00 sampai dengan 18.00), sedangkan pergantian hari ketika pergantian sasi/bulan pada penanggalan Hijriah ditentukan melalui Hilal dan Rukyat.
Mencari hari baik
Dalam melakukan hajat perkawinan, mendirikan rumah, bepergian dan sebagainya. Kebanyakan orang jawa dahulu, mendasarkan atas hari yang berjumlah 7(senin-minggu) dan pasaran yang jumlahnya ada 5, tiap hari tentu ada rangkapannya pasaran, jelasnya : tiap hari tentu jatuh pada pasaran tertentu.
Menurut peritungan Jawa pada umumnya dikenal 7 hari yang masing-masing mempunyai jumlah berlainan;
•Akad (Minggu) jumlah naptu 5
•Senen (Senin) jumlah naptu 4
•Selasa (selasa)jumlah naptu 3
•Rebo (Rabu) jumlah naptu 7
•Kemis (Kamis) jumlah naptu 8
•Jumuah (Jum’at)jumlah naptu 6
•Setu (Sabtu) jumlah naptu 9
Selain hari, orang Jawa juga sangat percaya adanya watak yang diakibatkan dari pengaruh Dasaran. dikenal adanya 5 pasaran yaitu
•Kliwon jumlah naptunya 8
•Legi jumlah naptunya 5
•Pahing jumlah naptunya 9
•Pon jumlah naptunya 7
•Wage jumlah naptunya 4
Neptu hari atau pasaran kelahiran untuk perkawinan
Hari dan pasaran dari kelahiran dua calon temanten yaitu anak perempuan dan anak lelaki masing-masing dijumlahkan dahulu, kemudian masing masing dibuang (dikurangi) sembilan.
Misalnya :
Kelahiran anak perempuan adalah hari Jumat (neptu 6) wage (neptu 4) jumlah 10, dibuang 9 sisa 1
Sedangkan kelahiran anak laki-laki ahad (neptu 5) legi (neptu 5) jumlah 10 dikurangi 9 sisa 1.
Menurut perhitungan dan berdasarkan sisa diatas maka perhitungan seperti dibawah ini:
Apabila sisa:
1 dan 4 : banyak celakanya
1 dan 5 :bisa
1 dan 6 : jauh sandang pangannya
1 dan 7 : banyak musuh
1 dan 8 : sengsara
1 dan 9 : menjadi perlindungan
2 dan 2 : selamat, banyak rejekinya
2 dan 3 : salah seorang cepat wafat
2 dan 4 : banyak godanya
2 dan 5 : banyak celakanya
2 dan 6 : cepat kaya
2 dan 7 : anaknya banyak yang mati
2 dan 8 : dekat rejekinya
2 dan 9 : banyak rejekinya
3 dan 3 : melarat
3 dan 4 : banyak celakanya
3 dan 5 : cepat berpisah
3 dan 6 : mandapat kebahagiaan
3 dan 7 : banyak celakanya
3 dan 8 : salah seorang cepat wafat
3 dan 9 : banyak rejeki
4 dan 4 : sering sakit
4 dan 5 : banyak godanya
4 dan 6 : banyak rejekinya
4 dan 7 : melarat
4 dan 8 : banyak halangannya
4 dan 9 : salah seorang kalah
5 dan 5 : tulus kebahagiaannya
5 dan 6 : dekat rejekinya
5 dan 7 : tulus sandang pangannya
5 dan 8 : banyak bahayanya
5 dan 9 : dekat sandang pangannya
6 dan 6 : besar celakanya
6 dan 7 : rukun
6 dan 8 : banyak musuh
6 dan 9 : sengsara
7 dan 7 : dihukum oleh istrinya
7 dan 8 : celaka karena diri sendiri
7 dan 9 : tulus perkawinannya
8 dan 8 : dikasihi orang
8 dan 9 : banyak celakanya
9 dan 9 : liar rejekinya
Neptu hari dan pasaran dari kelahiran calon mempelai laki-laki dan perempuan, ditambah neptu pasaran hari perkawinan dan tanggal (bulan Jawa) semuanya dijumlahkan kemudian dikurangi/ dibuang masing tiga, apabila masih sisa :
1 = berarti tidak baik, lekas berpisah hidup atau mati
2 = berarti baik, hidup rukun, sentosa dan dihormati
3 = berarti tidak baik, rumah tangganya hancur berantakan dan kedua-duanya bisa mati.
Neptu hari dan pasaran dari kelahiran calon mempelai laki-laki dan perempuan, dijumlah kemudian dikurangi / dibuang empat-empat apabila sisanya :
1 = Getho, jarang anaknya,
2 = Gembi, banyak anak,
3 = Sri banyak rejeki,
4 = Punggel, salah satu akan mati
Hari kelahiran mempelai laki-laki dan mempelai wanita, apabila :
Ahad dan Ahad, sering sakit
Ahad dan Senin, banyak sakit
Ahad dan Selasa, miskin
Ahad dan Rebo, selamat
Ahad dan Kamis, cekcok
Ahad dan Jumat, selamat
Ahad dan Sabtu, miskin
Senen dan Senen, tidak baik
Senen dan Selasa, selamat
Senen dan Rebo, anaknya perempuan
Senen dan Kamis, disayangi
Senen dan Jumat, selamat
Senen dan Sabtu, direstui
Selasa dan Selasa, tidak baik
Selasa dan Rebo, kaya
Selasa dan Kamis, kaya
Selasa dan Jumat, bercerai
Selasa dan Sabtu, sering sakit
Rebo dan Rebo, tidak baik
Rebo dan Kamis, selamat
Rebo dan Jumat, selamat
Rebo dan Sabtu, baik
Kamis dan Kamis, selamat
Kamis dan Jumat, selamat
Kamis dan Sabtu, celaka
Jumat dan Jumat, miskin
Jumat dan Sabtu celaka
Sabtu dan Sabtu, tidak baik
HARI-HARI UNTUK MANTU DAN IJAB PENGANTIN
(baik buruknya bulan untuk mantu):
1. Bulan Jw. Suro : Bertengkar dan menemui kerusakan (jangan dipakai)
2. Bulan Jw. Sapar : kekurangan, banyak hutang (boleh dipakai)
3. Bulan Jw Mulud : lemah, mati salah seorang (jangan dipakai)
4. Bulan jw. Bakdamulud : diomongkan jelek (boleh dipakai)
5. Bulan Jw. Bakdajumadilawal : sering kehilangan, banyak musuh (boleh dipakai)
6. Bulan Jw. Jumadilakhir : kaya akan mas dan perak
7. Bulan Rejeb : banyak kawan selamat
8. Bulan Jw. Ruwah : selamat
9. Bulan puasa : banyak bencananya (jangan dipakai)
10. Bulan Jw. Syawal : sedikit rejekinya, banyak hutang (boleh dipakai)
11. Bulan Jw. Dulkaidah : kekurangan, sakit-sakitan, bertengkar dengan teman (jangan dipakai)
12. Bulan Jw. Besar : senang dan selamat
BULAN TANPA ANGGARA KASIH
Hari anggara kasih adalah selasa kliwon, disebut hari angker sebab hari itu adalah permulaan masa wuku. Menurut adat Jawa malamnya (senin malam menghadap) anggara kasih orang bersemedi, mengumpulkna kekuatan batin untuk kesaktian dan kejayaan. Siang harinya (selasa kliwon) memelihara, membersihkan pusaka wesi aji, empu mulai membikin keris dalam majemur wayang.
Bulan – bulan anggoro kasih tidak digunakan untuk mati, hajat-hajat lainnya dan apa saja yang diangggap penting.
Adapun bulan-bulan tanpa anggara kasih adalah:
1. dalam tahun Alib bulan 2 : Jumadilakhir dan besar
2. dalam tahun ehe bulanl 2 dan : jumadilakhir
3. dalam tahun jimawal bulan 2 : Suro dan rejeb
4. dalam tahun Je bulan 2 : Sapar
5. dalam tahun Dal bulan 2 : yaitu sapar dan puasa
6. dalam tahun Be bulan 2 : mulud dan syawan
7. dalam tahun wawu bulan 2 : Bakdomulud/syawal
8. dalam tahuin Jimakir bulan 2 : Jumadilawal dan Dulkaidkah
SAAT TATAL
Saat tatal dibawah ini untuk memilih waktu yang baik untuk mantu juga untuk pindah rumah, berpergian jauh dan memulai apa saja yang dianggap penting.
Ketentuan saat itu jatuh pada pasaran (tidak pada harinya ) :
1. pasaran legi : mulai jam 06.00 nasehet.mulai jam 08.24 Rejeki : mulai jam 25.36 rejeki mulai dri jam 10 48 selamat, mulai jam 13.12 pangkalan atau (halangan) mulai jam 15.36 pacak wesi
2. pasaran pahing : mulai jam 06.00 rejeki, jam 08.24 selamat, jam 10.48 pangkalan, jam 13.12 pacak wesi, jam 15.36 nasehat.
3. pasaran pon : mulai jam 06.00 selamat, jam 08.24 pangkalan, jam 10.48 pacak wesi, jam 13.12 nasehat, jam 15.36 rejeki
4. pasaran wage mulai jam 06.00 pangkalan, jam 08.24 pacak wesi, jam 13.12 nasehat jam 15.36 selamat.
5. pasaran kliwon, mulai jam 06.00 pacak wesi, jam 08.24 nasehat, jam 10.48 rejeki, jam 13-12 selamat jam 13.36 pangkalan.
HARI PASARAN UNTUK PERKAWINAN
Neptu dan hari pasaran dijumlah kemudian dikurangi/dibuang enam-enam apabila tersisa:
1 jatuh, mati, (tidak baik) asalnya bumi
2 jatuh, jodoh (baik) asalnya jodoh dengan langit
3 jatuh , selamat atau baik asalnya barat
4 jatuh, cerai atau tidak baik asalnya timur
5 jatuh, prihatin (tidak baik) asalnya selatan
6 jatuh, mati besan (tidak baik) asalnya utara
Dalam berdagang orang jawa mempunyai petungan (prediksi) khusus untuk mencapai sukses atau mendapatkan angsar (pengaruh nasib) yang baik, sehingga menjadikan rezekinya mudah. Diantaranya petungan tersebut sebagai berikut :
Dalam “kitab primbon” (pustaka kejawen) terdapat berbagai cara dan keyakinan turun-temurun yang harus dilakukan orang yang akan melakukan kegiatan usaha perdagangan. Untuk memulai suatu usaha perdagangan orang jawa perlu memilih hari baik, diyakini bahwa berawal dari hari baik perjalanan usahapun akan membuahkan hasil maksimal, terhindar dari kegagalan.
Menurut pakar ilmu kejawen abdi dalem Karaton Kasunanan Surakarta, Ki KRM TB Djoko MP Hamidjoyo BA bahwa berdasarkan realita supranatural, menyiasati kegagalan manusia dalam usaha perlu diperhatikan. Prediksi menurut primbon perlu diperhatikan meski tidak sepenuhnya diyakini. Menurut Kitab Tafsir Jawi, dina pitu pasaran lima masing-masing hari dan pasaran karakter baik. Jika hari dan pasaran tersebut menyatu, tidak secara otomatis menghasilkan karakter baik. Demikian juga dengan bulan suku, mangsa, tahun dan windu, masing-masing memiliki karakter baik kalau bertepatan dengan hari atau pasaran tertentu.
Golek dina becik (mencari hari yang baik) untuk memulai usaha dagang pada hakekatnya adalah mencari perpaduan hari, pasaran, tahun, windu dan mangsa yang menghasilkan penyatuan karakter baik. Misalnya pada hari rebo legi mangsa kasanga tahun jimakir windu adi merupakan penyatuan anasir waktu yang menghasilkan karakter baik.
Setiap karya akan berhasil sesuai dengan kodrat, jika dilakukan dalam kondisi waktu yang netral dari pencemaran, sengkala maupun sukerta. Manusia diberi kesempatan oleh Tuhan untuk beriktiar menanggulangi sukerta dan sengkala dengan melakukan wiradat. Misalnya dengan ruwatan atau dengan ajian rajah kalacakra, sehingga kejadian buruk tidak menjadi kenyataan.
Orang yang akan membuka usaha pun dapat melakukan upaya sendiri pada malam hari sebelum memulai usaha, yaitu berdoa mendasari doa kepada Tuhan sambil mengucapkan mantera rajah kalacakra Salam, salam, salam Yamaraja jaramaya, yamarani niramaya, yasilapa palasiya, yamidora radomiya, yamidasa sadamiya, yadayuda dayudaya, yasilaca silacaya, yasihama mahasiya. Kemudian menutup dengan mantera Allah Ya Suci Ya Salam sebanyak 11 kali.
Untuk usaha perdagangan orang jawa yang masih percaya pada petung, akan menggunakannya baik untuk menentukan jenis barang maupun tempat berdagang dan sebagainya. Petung tersebut didasarkan weton (kelahiran dari yang bersangkutan)
Peluang merupakan filsafat kosmosentris bahwa manusia dan alam tidak dapat dipisahkan. Manusia merupakan bagian dari alam semesta sehingga geraknya tidak dapat lepas dari gerak alam, sebagaimana waktu dan arah mata angin.
Orang jawa mempunyai keyakinan bahwa saat dilahirkan manusia tidak sendirian karena disertai dengan segala perlengkapannya. Perlengkapan itu merupakan sarana untuk bekal hidup dikemudian hari, yaitu bakat dan jenis pekerjaan yang cocok. Di dalam ilmu kejawen kelengkapan itu dapat dicari dengan petung hari lahir, pasaran, jam, wuku tahun dan windu.
Menurut Usman petung sekedar klenik atau gugon tuhon melainkan merupakan hasil analisa dari orang-orang jawa pada masanya. Hasil analisa itu ditulis dalam bentuk primbon. Dengan petungan jawa, orang dapat membuat suatu analisa tentang anak yang baru lahir berdasarkan waktu kelahirannya. Misalnya anak akan berhasil jika menjadi wartawan, atau sukses jika menjadi pedagang.
Petung yang demikian itu juga digunakan di dalam dunia perdagangan. Orang jawa masih mempercayainya, akan menggunakan petung dengan cermat. Dari menentukan jenis dagangan waktu mulai berdagang diperhitungkan. Semua sudah ada ketentuannya berdasar waktu kelahiran yang bersangkutan.
Penerapan petung untuk usaha perdagangan akan menambah kemungkinan dan percaya diri untuk meraih sukses. Kepercayaan diri akan membuat lebih tepat dalam mengambil keputusan. Prediksi menurut petung di dalam perdagangan bukan hanya ada pada budaya orang jawa saja. Dalam budaya Cina misalnya, hingga kini perhitungan itu masih berperan besar, sekali pun pengusaha Cina itu sudah menjadi konglomerat.
Di Cina petung itu ada dalam Kitab Pek Ji atau Pak Che (delapan angka) yang juga berdasarkan kelahiran seseorang, yaitu tahun kelahiran memiliki nilai 2, bulan nilai 2, hari memiliki nilai 2 dan jam kelahiran nilai 2.
Meskipun orang lahir bersamaan waktu, rezeki yang diperoleh tidak sama karena yang satu menggunakan petung sedangkan yang lainnya tidak.
Banyak pula orang yang tidak mempercayai petung. Mereka menganggapnya klenik atau tahayul. Mereka berpendapat dengan rasionya dapat manipulasi alam. Anggapan demikian belum pas, meskipun manusia dapat merekayasa, alam ternyata akan berjalan sesuai dengan mekanismenya sendiri
Untuk perhitungan mendirikan / pindahan rumah
A. Pertama-tama yg diperhitungakan adalah Bulan Jawa, yaitu :
1. Bulan Sura = tidak baik
2. Bulan Sapar = tidak baik
3. Bulan Mulud (Rabingulawal) = tidak baik
4. Bulan Bakdamulud (Rabingulakir) = baik
5. Bulan Jumadilawal = tidak baik
6. Bulan Jumadilakir = kurang baik
7. Bulan Rejeb = tidak baik
8. Bulan Ruwah (Sakban) = baik
9. Bulan Pasa (Ramelan) = tidak baik
10. Bulan Sawal = sangat tidak baik
11. Bulan Dulkaidah = cukup baik
12. Besar = sangat baik
Berdasarkan perhitungan diatas, bulan yg baik adalah : Bakdamulud, Ruwah, Dulkaidah, dan Besar.
B. Langkah kedua yaitu menghitung jumlah hari dan pasaran dari suami serta istri.
1. Suami = 29 Agustus 1973
- Rabu = 7
- Kliwon = 8
- Neptu (Total) = 15
2. Istri = 21 Desember 1976
- Selasa = 3
- Kliwon = 8
- Neptu (Total) = 11
Jumlah Neptu Suami + Istri = 15 + 11 = 36
C. Langkah ketiga, menghitung Pancasuda.
Jumlah ((Neptu suami + Neptu Istri + Hari Pindahan/Pendirian Rumah) : 5). Bila selisihnya 3, 2, atau 1 itu sangat baik. Cara ini disebut PANCASUDA.
PANCASUDA :
1. Sri = Rejeki Melimpah
2. Lungguh = Mendapat Derajat
3. Gedhong = Kaya Harta Benda
4. Lara = Sakit-Sakitan
5. Pati = Mati dalam arti Luas
Lalu mengurutkan angka hari pasaran mulai dari jumlah yang paling kecil yaitu (selasa (3) + wage (4) = 7), hingga sampai jumlah yang paling besar yaitu (Sabtu (9) + Pahing (9) = 18.
7 + 36 = 43 : 5 sisa 3 = Cukup Baik
8 + 36 = 44 : 5 sisa 4 = Tidak Baik
9 + 36 = 45 : 5 sisa 5 (yg habis dibagi 5 dianggap sisa 5) = Jelek Sekali
10 + 36 = 46 : 5 sisa 1 = Baik Sekali
11 + 36 = 47 : 5 sisa 2 = Baik
12 + 36 = 48 : 5 sisa 3 = Cukup Baik
13 + 36 = 49 : 5 sisa 4 = Tidak Baik
14 + 36 = 50 : 5 sisa 5 = Jelek Sekali
15 + 36 = 51 : 5 sisa 1 = Baik Sekali
16 + 36 = 52 : 5 sisa 2 = Baik
17 + 36 = 53 : 5 sisa 3 = Cukup Baik
18 + 36 = 54 : 5 sisa 4 = Tidak Baik
Dari paparan tersebut diketahui hari baik untuk mendirikan rumah tinggal, khusus bagi pasangan suami–istri yang hari-pasaran-lahir keduanya berjumlah 36 adalah :
Terbaik 1 :
a. hari-pasaran berjumlah 10 ( Selasa Pon, Jumat Wage dan Minggu Legi)
b. hari-pasaran berjumlah 15 (Rabu Kliwon, Kamis Pon dan Jumat Pahing)
Terbaik 2 :
a. hari-pasaran berjumlah 11 (Senin Pon, Selasa Kliwon, Rabu Wage dan Jumat legi)
b. hari-pasaran berjumlah 16 (Rabu Pahing, Kamis Kliwon dan Sabtu Pon)
Terbaik 3 :
a. hari-pasaran berjumlah 7 (Selasa Wage)
b. hari-pasaran berjumlah 12 (Senin Kliwon, Selasa Pahing, Rabu Legi, Kamis Wage dan Minggu Pon)
c. hari-pasaran berjumlah 17 (Kamis Pahing dan Sabtu Kliwon)
D. Selanjutnya pilih salah satu dari 21 hari baik yang berada dalam bulan Bulan Bakdamulud, Bulan Ruwah, Bulan Dulkaidah dan Bulan Besar,
yaitu:
1. Bulan Bakdamulud (Rabingulakir)
Bulan baik untuk mendirikan sesuatu termasuk rumah tinggal. Keluarga yang bersangkutan mendapat wahyu keberuntungan, apa yang diinginkan terlaksana, cita-citanya tercapai, selalu menang dalam menghadapi perkara, berhasil dalam bercocok-tanam, berkelimpahan emas dan uang, mendapat doa restu Nabi, dan lindungan dari Allah.
2. Bulan Ruwah (Sakban)
Bulan baik untuk mendirikan rumah tinggal. Rejeki melimpah dan halal, disegani, dihormati dan disenangi orang banyak, mendapat doa Rasul.
3. Bulan Dulkaidah
Cukup baik, dicintai anak istri, para orang tua, saudara, dan handaitaulan. Dalam hal bercocok-tanam lumayan hasilnya. Banyak rejeki dan cukup uang. Keadaan keluarga harmonis, tentram, damai dan mendapatkan doa dari Rasul.
4. Bulan Besar.
Baik, banyak mendapat rejeki, berkelimpahan harta-benda dan uang. Anggota keluarga yang berdiam di areal rumah-tinggalnya yang dibangun pada bulan Besar merasakan ketentraman lair batin, serta dihormati.
Terbaik 1 :
1. Selasa Pon,
2. Jumat Wage,
3. Minggu Legi,
4. Rabu Kliwon,
5. Kamis Pon,
6. Jumat Pahing,
Terbaik 2 :
7. Senin Pon,
8. Selasa Kliwon,
9. Rabu Wage,
10. Jumat legi,
11. Rabu Pahing,
12. Kamis Kliwon,
13. Sabtu Pon,
Terbaik 3 :
14. Selasa Wage,
15. Senin Kliwon,
16. Selasa Pahing,
17. Rabu Legi,
18. Kamis Wage,
19. Minggu Pon,
20. Kamis Pahing,
21. Sabtu Kliwon,
Contoh : Jum’at Pahing
- 20 April 2007
- 07 September 2007
- 21 Desember 2007
Dalam astrologi Jawa juga dikenal adanya bintang, yang biasa disebut Wuku; ada 30 wuku yang masing-masing mempunyai Dewa (Betara) pelindung (yang kemudian sering dijadikan simbol dari wuku tersebut, seperti misalnya dalam zodiak Sagitarius disimbolkan manusia dengan badan kuda sedang memanah), hari baik, hari sial, dan watak serta bakat sendiri-sendiri. Ke 30 wuku tersebut adalah sebagai berikut:
1 . Sinta dewa pelindung Dewa Betara Jamadipati
2. Landep dewa pelindung Dewa Betara Mahadewa
3. Wukir dewa pelindung Dewa Betara Mahajekti
4. Kurantil dewa pelindung Dewa Betara Langsur
5. Tolu dewa pelindung Dewa Betara Baju
6. Gumbreg dewa pelindung Dewa Betara Tjandra
7. Warigalit dewa.pelindung Dewa Betara Asmara
8. Warigagung dewa pelindung Dewa Betara Maharesi
9. Djulungwangi dewa pelindung Dewa Betara Sambu
10. Sungsang dewa pelindung Dewa Betara Gana
11. Galungan dewa pelindung Dewa Betara Kamadjaja
12. Kuningan dewa pelindung Dewa Betara Indera
13. Langkir dewa pelindung Dewa Betara Kala
14. Mandasija dewa pelindung Dewa Betara Brama
15. Djulungpudjud dewa pelindung Dewa Betara Guritna
16. Pahang dewa pelindung Dewa Betara Tantra
17. Kuruwelut dewa pelindung Dewa Betara Wisnu
18. Marakeh dewa pelindung Dewa Betara Surenggana
19. Tambir dewa pelindung Dewa Betara Siwah
20. Medangkungan dewa pelindung Dewa Betara Basuki
21. Maktal dewa pelindung Dewa Betara Sakri
22. Wuje dewa pelindung Dewa Betara Kuwera
23. Manahil dewa pelindung Dewa Betara Tjitragotra
24. Prangbakat dewa pelindung Dewa Betara Bisma
25. Bala dewa pelindung Dewa Betari Durga
26. Wugu dewa pelindung Dewa Betara Singdjalma
27. Wajang dewa pelindung Dewa Betari Sri
28. Kuwalu dewa pelindung Dewa Betara Sadana
29. Dukut dewa pelindung Dewa Betara Sakri
30. Watugunung dewa pelindung Dewa Betara Anantaboga
Dalam memperhitungkan perjodohan seorang harus menghitung jumlah naptu dari hari pasaran kedua calon pengantin tersebut. Menurut kepercayaan di jawa, apabila naptu dari dua orang yang akan dijodohkan berjumlah 25 maka hubungan kedua belah tersebut tidak bisa dilanjutkan. Hal ini disebabkan 25 apabila dikurangi 24 tinggal satu (1) angka I ini tidak bisa dibagi dua (perkawinan melibatkan dua orang). Angka 24 ini diambil dari angka 3 dikalikan 8, jadi pada pokoknya angka yang paling dihindari adalah tiga (3). Angka tiga dianggap angka sial, karena angka ini adalah angka pati, tali yang mengikat orang mati (Jawa=Pocongan) berjumlah tiga, jumlah tali itulah yang kemudian dianggap sebagai jumlah angka yang membawa sial. Dan nampaknya orang Jawa pada umumnya masih sangat mempercayai perhitungan ini.
Selain perhitungan jumlah hari pasaran, perkawinan pada masa lalu juga mempunyai pantangan tertentu, seseorang tidak boleh menikah dengan orang yang RUBUH KARANG yaitu:
- Orang yang tinggal saling berhadapan
- Orang yang tinggal saling membelakangi (ketemu punggung)
- Orang yang tinggal tepat bersebelahan di kanan kiri
Demikian keterangannya, semoga bermanfa’at…

Minggu, 10 Juni 2012

SHALAT DAIM SANGKAN PARANING DUMADI

SHALAT DAIM SANGKAN PARANING DUMADI

 

 

UTAMANING SARIRA PUNIKI,
ANGRAWUHANA JATINING SALAT,
SEMBAH LAWAN PUJINE,
JATINING SHALAT IKU,
DUDU NGISA TUWIN MAGERIB,
SEMBAH ARANEKA,
WENANGE PUNIKU, LAMUN ARANANA SALAT,
PAN MINANGKA KEKEMBANGING SALAT DAIM, INGARAN TATA KRAMA. ..


PANGABEKTINE INGKANG UTAMI,
NORA LAN WAKTU SASOLAHIRA,
PUNIKA MANGKA SEMBAHE MENENG MUNI PUNIKU,
SASOLAHE RAGANIREKI,
TAN SIMPANG DADI SEMBAH,
TEKENG WULUNIPUN,
TINJA TURAS DADI SEMBAH,
IKU INGKANG NIYAT KANG SEJATI, PUJI TAN PAPEGETAN.

PATRAP'E NGILO ING PANGILON OJO KEDEP MANDENG WEWAYANGAN SAKJERONING MRIPAT ,WEWAYANGAN KANG KEDEP MAU ILANG MARANG KANG NINGALI WEWAYANGAN KANG CILIK ONO ING SAKJERONING WEWAYANGANE MANIK RUPANE PUTIH.OJO PEGAT PANYOROG'E TUMULI SIRNO MANJING MARANG KANG NINGALI,YEN WUS KATON,TUMULI KOCO KAKUREPAKE ,NULI NOLEH,IKU SIRNANE KANG SIFAT ANYAR KABEH IKU KANG JUMENENG MOHO SUCI ORA NO LALAWANAN ORA ONO PADHANG ORA ONO PETHENG.YEN ORA ENGGAL NGUREPAKE KOCO JISIME MUKSWO SAK RAGANE...IKU UGO PODO UTAMANE KARO KANG TINGGAL JISIM,ANGGER ORA SAMAR TEKAD'E DENE YEN DURUNG MONGSO TUMEKO ING PATI IKU TEKAD'E BADAN ROHANI,YEN WIS TUMEKO ING PATI IKU TEKAD'E BADAN ROH ILLAPI YO IKU KANG ARAN SALAT DAIM LORONING ATUNGGAL MATI SAK JERONING URIP..

HYANG SUKMO SEJATI SEKSENONO INGSUN KIRIM GONDO ARUM KANG NDAK KIRIM SEDULURKU KANG LAHIR BARENG SEDINO KANG NDAK SEBUT KAKANG KAWAH ADI ARI ARI,KAKANG MBAREP ADINE WURAGIL KANG ADOH TANPO WANGENAN CEDAK TANPOO SENGGOLAN YO IKU TITIPANE WONG TUWAKU LANANG LAN WADON ,,KAKANG KAWAH ADI ARI ARI MORO TAMPANONO KIRIMAN GONDO ARUM IKI DAK SUWUN JUMBUH DADI SIJI MARANG HYANG SUKMO SEJATI..

HUMALAHU HUMALAHU HUMALAHU INGSUNSESUCI TUMETESING BADAN JASMANI RH ..ROH NGEDUSI CAHYO-CAHYO NGEDUSI ROH ORA ONO NADJISE RA ONO LUPUTE-ORA ONO DOSANE ,INGSUN WUDU BAYU KUMOLAH,INGSUN ADUS BAYU REKSO KUMOLO,INGSUN SESUCI BAYU KERNOBAH OJO BAH OJO MOSIK YEN DURUNG KATEKAN KAREP INGSUN BYOR KASIRAM BAYU LIR BIYAT...



TES PUTIH SOKO BOPO ,TES ABANG SOKO BIYUNG WUJUD GEDONG JAGAK PAPAT LAWANGE SONGO,GUMANTUNG TANPO CANTELAN,ISEN ISENE..SHANG HHYANG SUKMO SEJATI LUNGGUHE ONO BATHINKU KANG SUCI...KANGGONAN WEKASAN URIP KANG SEJATI,KANG ARAN DAT LAN SIFAT WERUH SAKDURUNGE WINARAH TETEP MADEP MANTHEP LANGGENG SAK KODRATINGSUN DADIO SAK CIPTANINGSUN..


TES PUTIH SOKO BOPO ,TES ABANG SOKO BIYUNG WUJUD GEDONG JAGAK PAPAT LAWANGE SONGO,GUMANTUNG TANPO CANTELAN,ISEN ISENE..SHANG HHYANG SUKMO SEJATI LUNGGUHE ONO BATHINKU KANG SUCI...KANGGONAN WEKASAN URIP KANG SEJATI,KANG ARAN DAT LAN SIFAT WERUH SAKDURUNGE WINARAH TETEP MADEP MANTHEP LANGGENG SAK KODRATINGSUN DADIO SAK CIPTANINGSUN...


MA'NIKMAT WUJUD'E RETNO KUMOLO-KUMOLO PUTIH WUJUD'E KUMOLAH DATOLAH-SIFATOLAH WUJUD GETER PATER PATRU ,WUJUD YANG SUKMO SEJATI SUKMO BAYU ,HYANG SUKMO ADILUWIH ,WUJUD'E ALLAH KANG DUMADI TETEP MADEP MANTEP SAK KODRATINGSUN..DADIO SAK CIPTANINGSUN....


HUMALAHU HUMALAHU HUMALAHU INGSUNSESUCI TUMETESING BADAN JASMANI RH ..ROH NGEDUSI CAHYO-CAHYO NGEDUSI ROH ORA ONO NADJISE RA ONO LUPUTE-ORA ONO DOSANE ,INGSUN WUDU BAYU KUMOLAH,INGSUN ADUS BAYU REKSO KUMOLO,INGSUN SESUCI BAYU KERNOBAH OJO BAH OJO MOSIK YEN DURUNG KATEKAN KAREP INGSUN BYOR KASIRAM BAYU LIR BIYAT.....


TES PUTIH SOKO BOPO ,TES ABANG SOKO BIYUNG WUJUD GEDONG JAGAK PAPAT LAWANGE SONGO,GUMANTUNG TANPO CANTELAN,ISEN ISENE..SHANG HHYANG SUKMO SEJATI LUNGGUHE ONO BATHINKU KANG SUCI...KANGGONAN WEKASAN URIP KANG SEJATI,KANG ARAN DAT LAN SIFAT WERUH SAKDURUNGE WINARAH TETEP MADEP MANTHEP LANGGENG SAK KODRATINGSUN DADIO SAK CIPTANINGSUN...



INGSUN NGELAKONI MATI SAK JERONING URIP ..ORA ONO SATRIYO MATI, KEJOBO INGSUN..BANGUN TETEKI PAYUNGKU ALLOOH...INGSUN TURU SAKJERONING GEDONG WESI, BANTALKU WALI,KEMULKU NABI SING NGREKSO AWAK SEDULURKU MALAIKAT 144 PAYUNGKU ALLOOH......SRI ELING SEJATINE URIP...SRI ROSO SEJATINE ALLOOH,,,PANGUCAP INGSUN PANGUCAPE ALLOOH ...IYO INGSUN SEJATINE .....




Kamis, 22 Desember 2011

JAGAT ALIT BAWONO SETRO (SANGKAN PARANING DUMADI)


HANYA UNTAIAN DOA TULUS SUCI..YANG DAPAT KUPERSEMBAHKAN KEPADAMU..MELALUI RANGKAIAN BERJUTA KUNTUM BUNGA YANG MEREKAH MENEBARKAN HARUM AROMA, DISAAT TELAH SEMPURNA PERJALANAN SUCIMU..HINGGA ENGKAU TERLAHIR KEMBALI BAGAI BAYI SUCI..SEGENAP ALAM MENYAMPAIAKAN SALAM PADAMU...SEPERCIK DENDAM RINDU DAN BAHAGIAKU KUSIMPAN DIRELUNG KALBUKU....SELAMAT ATAS KELAHIRANMU KEMBALI DUHAI KEKASIH ILLAHIROBBI.... — di RUANG MAHA CINTA.YANG AGUNG.



لا إله إلا الله محمد رسولالله
Jika Allah subhanahu wa ta’ala cinta kepada seorang hamba mk Allah
subhanahu wa ta’ala akan memilih dia utk diri-Nya sebagai tempat
pemberian ni’mat-ni’mat-Nya dan Ia akan memilih di antara
hamba-hamba-Nya sehingga hamba itu pun akan menyibukkan harapan hanya
kepada Allah
.لا إله إلا الله محمد رسولالله.
istirahatlah wahai diriku dengan menyebut satu asmanya yg paling rahasia yg ia sukai.. kepunyaan
Allah-lah apa yang di langit dan di bumi dialah yg mempunyai singasana
yg agung yg melahirkan sejuta cinta di hatimu...cintamu kan membawamu
kedalam ruangnnya...dan ia kan mencari zat dan sifat yg mampu
berpadu..dalam kasanah dua kalimat syahadat.


An-Nuur:035
اللَّهُ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus , yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya) , yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu..
satriya piningit...ia terpingit direlung kalbu sanubari setiap insan..terkurung didinding pagar aneka warna dari maujudnya...saripati tanah air angin dan api...dialah sang penggembala nafsu insani dari amarah,aluamah .sufiah dan mutmainah...duduk ditengah diantara mahligai sareat .torekot.hakekat.makrifat.
figur bocah angon hadir di setiap zaman yang mana di zaman itu keadaan sudah rusak parah di segala aspek..dizaman yang serba rusak inilah ALLAH membimbing cahaya-nya kepada mereka yang di kehendaki...geliat semesta bukan karena disebabkan murkanya SANG MAHA KASIH..namun alam di dalam diri manusiannya itu sendiri yang .merusaknya....maka geliat alam adalah proses menuju kesempurnaan ..menata kembali keseimbangan-nya.sholatu
l ilmi seorang hamba adalah menata kembali keseimbangan makro dan mikro kosmos jagad AGUNG jagad alit...didalam dirinnya....dan tentu..sudah bisa dibayangkan akibat dari itu...maha cinta menarikan bintang gemintang.



JAGAT ALIT BAWONO SETRO 

Aku ono kandutane ibu umur sakwulan ,anggonku yoso badan wadag,ibu banjur kandeg (ora bulanan,sak banjure ibu gawe pakurbanan,(slametan) bubur suro,sak...teruse angger tanggal 1 syuro kaum ibu podo ngaweruhi sarana pakurbanan bubur suro ujude bubur suro iku digawe soko bubur putih kang di tumppanngi rajangan lombok abang lan rajangan dadar kuning iku mowo teges :kahananku,bakal badan wadagku kang telung warno,abang soko sari2ne geni,kuning soko sari2ne angin,putih soko sari2ne banyu,ing wektu iku bakal badan wadagku katambahan warno ireng soko sari2ne bumi liwat panggonan sing didahar ibu lan rumesep ing ari2 (wadahe pangan).

.1.BAYI UMUR 1.WULAN AKSORONE (DJO) disebut NUKAT GHAIB,banyune nurmani,segarane layar putih,gedhonge KUMOLAH arane RIRIS TANGIS.

Aku umur 2 wulan badan wadagku ujudte wis pating grendul,ibu banju4 gawe jenang grendul/jenang sapar/kang yektine diarani SAPARAN...

2.BAYI UMUR 2 WULAN AKSORONE (Y0)di sebut KOAT GHAIB, banyune nur buat,segarane r...ante arane KISMO DJATI.


Sakwise 3 wulan anggonku yoso badan wadag,badan wadagku wis wuujud cengkoronggan,yoiku . 1sirah 2.gembung 3.tangan. 4.sikil 5..mripat 6.tutuk. 7.kuping 8.irung 9.wadi.yo wis katon.dene papan (kraton) telu ugo wis dadi kang disebut. 1.GIRI LOKA. 2.HENDRO LOKA. 3.JANALOKA. ibu banjjur slametan TELONAN kang artine KRATONKU TELUNG PANGGONAN WIS DADI yoiku kapernah DUWUR,TNGAH.LAN NGISOR.(UTEG,ATI,LAN WADI)...


3.BAYI UMUR 3 WULAN AKSORONE (NYO) disebut RIDJALOLAH GHAIB,banyune NUR ROSO,segarane KUMOLAH , arane HYANG WIDHI.


4.BAYI UMUR 4 WULAN AKSORONE (MO) disebut RIKMO DJATI.banyune NUR KUMORO DJATI,SEGORONE BINDARI SUCI ,ARANE SANG HYANG ADJI.


5.BAYI UMUR 5 WULAN AKSORONE (GO) disebut DJO KUMOLO , banyune NUR KISMOYO, segarane IMOLOYO, arane SANG HYANG BRAHMO wujude SEDULUR 5(LIMO).


6.BAYI UMUR 6 WULAN AKSORONE (BO) disebut ROSO HENDRO MOYO,banyune NUR CAHYO,segarane KUMORO DHANU, arane MANU MANINGKEM MANUNGGALE KAWULO LAN GUSTI WUJUDE ROSO 6 (NEM)PRAKORO.


Hm ..hehehe yo wes yuk di lanjutkan lagi....suwe2 dungkap 7 wulan aku yoso omah cagak papat lawang songo wis dadi,ugo komlit ubo rampene arupo. 1.. balung 2.sungsum 3.otot 4.getih ...5.daging 6.kulit 7.wulu.ibu banjur gawe tenger reno pitu.kang sabanjure diarani PITONAN (LINGKEPAN) artine alat-alate omahhku pitung warno wis jangkep/kenno diarani bumi lapis pitu cagak papat lawange songo....


7.BAYI UMUR 7 WULAN AKSORONE (THO) disebut WARINGIN SUNGSANG banyune TALI ROSO,ROSO TALI,segarane segoro MADU NIRMOLO,arane HERU SETO DJINGGO MOYO DJATI. wujude KAWAH- ARI ARI.


8.BAYI UMUR 8 WULAN AKSORONE (NGO) disebut MAYANG KUMORO SARI, banyune MANIK GITO,segarane CUPU PURBO MISESO arane DJONO LOKO DJATI,wujude KAKANG MBAREP ADINE WURAGIL.


Aku umur 9 wulan .ibu gawe bubur procot apem lan gedang kang diarani PROCOTAN LAN MEGENGAN. procotan tegese: lahirku karebpe ben gangsar procot ora ono alangan sawiji opo. megengan tegese: duk naliko aku arep lahir uwal soko ibu,tansah MEGENG NAPAS.sak teruse tangggal 1 poso slametan MEGENGAN,GEDANG APEM. URIP kang ono badan wadag iku dununge ono ing TELENGE ATI..,kang kuwoso murbo amiseso omahku (jagad cilik).sak banjure tanggal 1 syawal ibu kurban sego punar,sing di arani SYAWALAN.tegese:aku wis uwal soko guwo garba dadi utusane GUSTI nindakake wajib'e URIP ono ing alam gumelar.


wiwit ono kadutane ibu nganti teko dino kelahiran mau,ugo isih duwe panguwoso jogo lan nylametake badan wadagku,semono ugo aku isih nguwasanii trimurti (GIRI LOKA,HENDRO LOKA,JANALOKA). bareng wis 5 dino utowo sepasar,panguwasaku kang ono GIRI LOKA di endih dene sadulurku papat limo pancer,kang kedadeyan soko cahyo patang prakoro,dewek'e nglungguhi ono ing KUPING,MRIPAT,IRUNG,LAN CANGKEM,anguwasani lawangan pitu(7)kang ono GIRILOKA.YOIKU BOLONGAN KUPING 2,MRIPAT2.IRUNG2.CANGKEM 1.LAN YEN ONO ING TOTO LAHIR DIARANI DINO PITU.


dewek'e duwe pangroso 5 prakoro iarani PONCO DRIYO.yoiku


1.pamireng


2.paningal


3.pangggondo


4.pangucap


5.pamikir...ing toto lahir diarani PASARAN LIMO.


sak banjur mlebu kumpul dadi siji ono ing kratone ROSO,ono ing HENDROLOKA,mapan ono sakjeroning ATI SANUBARI .BARENG AKU UMUR 35 DINO IBU KURBAN SEGO TUMPENG LAN IWEL2 diarani SELAPANAN.tegese:panguuwas
aku kraton telu wis ddi selapi (diendih) karo sedulur papat limo pancer.

bareng aku umur 105 dino ibu ugo kurban sego tumpeng lan iwel-iwel diarani TELUNG LAPAN,tegese: panguwasaku ono ing telu2ne atunggal yo iku (CIPTO,ROSO,KARSO) wis di kuwasani karo PONCODRIYO.


yo wiwit dino iku aku wis ora duwe panguwoso babar ppisan,wiwit soko kraton 3 tekan badan wadag lapis pitu(7) wis di aku kabeh dening sedulur papat limo pancer,kahananku banjur soyo ambles manjero.mapan ono ing TELENGE ATI SANUBARI,dene omahku di enggoni lan di kuwasani,di atur olan dijogo dewe deneg seduluur papat limo pancer.


koyo mangkono kahananku aku tansah urip kablenggu dening sedulurku dewe,.aku tansah urip kablenggu dening sedulurku dewe,papanku rumit banget ,panguasaku mung kari kanggo nguripi badan wadag,tujuanku urip kanggo memayu hyuning bawono ilang babar pisan ..kamongko ing tembe ..aku kudu nanggung jawab ake dewe marang GUSTI KANG MOHO KUWOSO...


9 .BAYI UMUR 9 WULAN AKSORONE (WI-WO) disebut HENDRO LOKO DJATI banyune NUR TIRTO MOYO,segarane TANPO TEPI arane SASTRO JENDRO YUNINGRAT WUJUDE SADAD TANPO SABDU.

banjur bayi lahir BYAR PADHANG.DJAGAT GUMELAR WUJUDE LINTANG DJOHAR DUMADI INGSUN...

RASA ASIH MRING GUSTI MERUPAKAN KERINDUAN INSAN KEPADA ASALNYA..MANUNGALING ING SIT ADALAH AMBANG PINTU UNTUK MANUNGGALING KARSA ,JUMBUHING MANUNGGALING KAWULO GUSTI ADALAH MANUNGALING KARSA,KEHENDAK MANUSIA TIDAK LAGI BISA DIBEDAKAN DENGAN KARSANING GUSTI .JUMBUH ADALAH HENANG DIDALAM JUMBUH KAWULO -ABDI ADALAH WENANG...



KEHIDUPAN ROHANI ADALAH SOAL PRIBADI,untuk mempertahankan itu tiap manusia dikurniai kehendak yang bebas dari paksaan,karena pertanggungan- jawab kepada GUSTI Tentang laku perbuatan manusia adalah juga soal pribadi antara Umat dan GUSTI ,tidak ada manusia dapat membantu ikut mempertanggung -jawabkan laku perbuatan orang lain.


Pangkal dari ngelmu bukanlah kehendak manusia ,tetapi penyerahan diri manusia terhadap ARTI KEHIDUPAN.


ngelmu bukan doktrin,ngelmu bukan merupakan suatu bentuk kebaktian umum,tumungkuling jiwa kepada -GUSTI -Yang tumbuh dari ngelmu dinamakan -KAWULO-GUSTI-.


-KAWULO-GUSTI-Adalah soal pribadi manusia terhadap GUSTI.dari ngelmu tidak dapat suatu bentuk kebaktian yang sama berdasarkan doktrin,Memang tidak ada NGELMU yang sama dan tidak ada KAWULO -GUSTI-yang bisa di organisasi.


Keheningan yang sejati adalah terang rohani dalam SEMU,Dengan NING Maka kita bisa mengerti sesuatu tanpa Memikir dan Tanpa merasa.


Walaupun demikian Keheningan dalam semu bukannya merupakan kemampuan yang MAWANA dengan sekali sempurna ..


Segala sesuatu dalam SEMU..adalah pengalaman yang oleh Aku-Suto belum pernah dialami.


Kalau kita memang anggugu ing semu agar kita bisa MANDIRENG PRIBADI.. Tidak tergantung kepada apapun dan tidak tergantung kepada siapapun ,itulah dewasa rohani.


karena itu semu adalah katon,dan semu adalah maton,siapa anggugu ing semu mbayu mili manuto kang nyoto lan ono,menerima adanya seperti adanya,lepas dari aku dan kamu.lepas dari dulu dan besok adalah anggugu ing semu,itulah kesederhanaan yang tidak bisa di tuju,dan kesunyian yang tidak bisa di buat,


Menuju sesuatu itu tentu berpangkal dari aku,ingsun tidak memiliki kebutuhan yang berpangkal dari nafsu hangganya.ingsun hanya anggugu ing semu menghidupi KARSA.Disini dan sekarang lepas dari waktu dan ruang adalah KEJATEN.


Disini lukar dari dunung dan sekarang lukar dari waktu adalah KARSA yang MAWANA.Rohaniwan yang sudah bisa mangana dalam SEMU,maka anggugu adalah satu satunya pandangan rohaninya,


kita tidak bisa menjadi putra bapak-ibu yang berkenan, kalau kita tidak anggugu kepada semua kehendak bapak dan ibu,anggugu adalah sikap anak terhadap orang tuannya..Demikian pulalah para rohaniwan yang telah mampu lukar dari BUSANA JALMI.



Dengan INGSUN dalam NING maka mereka menjadi kanak kanak yang bisa percaya YA dan menggantungkan segala sesuatu kepada KANG MURBENG DUMADI.akibat lukar dari busana jalmi jadi bukannya suatu status yang hampa pengertian.tetapi suatu pertumbuhan diri dalam kemurnian dan kesederhanaan.


anggugu minta disadari dan ditrima oleh Para abdi SEMU ,karena anggugu bersifa khas untuk masing masing abdi,anggugu,sebagai pandangan rohani adalah khas sesuai dengan watak sifat serta ciri pembawaan setiap abdi semu


Rohaniwan SEMU tidak lagi egoistis,karena kehampaan dari nafsu keakuan sudah bisa dilampaui .bebas dari kebutuhan yang berpangkal dari aku -suto adalah syarat mutlak untuk bisa anggugu ing SEMU.Percaya YA adalah percaya dengan SUMARAH ING KAREP,dan SUMELEH ING PAMIKIR.


Percaya YA adalah sederhana sebagai pemikiran ,tetapi kesederhanaan dalam percaya YA itu bukan merupakan kesederhanaan yang di tuju,percaya YA adalah satu satunya bentuk kepercayaan yang benar dalam rangka 

SANGKAN PARANING DUMADI.



pertumbuhan dari rasa percya YA dalam semu akan menemukan klimaksnya.kalau kita dalam rasa percaya YA sudah bisa bebas dari rasa sayang ,bebas dari rasa sayang akan segala sesuatu yangada diluar dan di dalam diri kita ,pertumbuhan dari rasa percaya menjadi rasa percaya YA ini kita hayati pertama tama dalam penyesuaian diri,INGSUN yang karna kurnia baru mampu melewati kekosongan AKU-nya harus menyesuaikan diri dengan pandangan dan pengalaman baru dalam semu,Kasunyatan dalam semu hendaknya bisa kita sadari ,agar kita mempunyai pengertian yang wajar tentang anggugu .


Bebandan rasa sudah bisa dilalui WANGKIT-nya,didalam NING maka kita mulai mampu menghayati RASA PERCAYA YA.percaya YA jadi bisa kita anggap sebagai dasar untuk anggugu ing SEMU.Tanpa percaya YA tidak bisa ada anggugu ,karena emoh anggugu berarti ada sisa rasa pembinaan rasa keakuan.anggugu ing semu tidak bisa di emohi,didalam anggugu tidak terdapat rasa WAS,Kalau dalam anggugu masih timbul rasa canggung ,maka itu merupakan pembawaan kita sendiri ,raga kita minta waktu untuk bisa menyesuaikan diri .


kita harus rela lukar dari busana JALMI,agar mampu ngrasuk busana JATI mulai masa ini hendaknya kita membuka hati untuk bisa menyadari arti kata CINTA atau SAYANG,Sebab didalam rasa cinta atau sayang akan banyak kita temukan pangkal bebandan ,ing WANGKIT RASA DAN WANGKIT PAMIKIR tumbuhlah NING,Klau kitakarena kurnia bisa lukar dari BUSANA JALMI dan mampu ngrasuk BUSANA JATI maka kita akan menghayati SEMU diluar kedirian kita.kita menghidupi suatu kahanan yang berbeda,dan demikian pula kitamengalamai perubahan dalam pandangan ROHANI .Di dalam NING kita bisa menerima anggugu,


dan anggugu sebagai pandangan rohani dan sikap hidup hendaknya kita mengerti dan kita GUGU ,Agar kita bisa lukar dari bebandan rasa sayang,Pada masa ini rasa sayang juga menempati peranan penting dalam anggugu yang minta kesadaran dan kerelaan hati untuk bisa menerima pengertian tentang kebebasannya,lukar dari rasa asih atau sayang tdak bisa terjadi dengan sekaligus ,walaupun dengan dan karena anggugu, di dalam SEMU manusia sebagai DUMADI Masih belum lukar dari kelemahannya.ROHANIWAN ngelmu tidak bisa anggege mangsa,segala sesuatu memang minta banyak pengertian dan kesediaan hati ..


karena itu hendaknya kita waspada agar; jangan sampai anggege mangsa,tetapi jangan sampai tak acuh,jangan sampai terlalu berani,tetapi jangan sampai bersifat takut,jangan sampai mengatakan mustahil,tetapi jangan sampai memandang mudah,jangan sampai merasa bisa,tetapi jangan sampai merasa tidak mampu.menerima pengertian tentang sesuatu tanpa memikir dan merasa itu adalah khayal bagi kawerh dan ngelmu yang bukanmerupakan NGELMU KASAMPURNAN,Tetapai didalam daya ghaib GUSTI Segala sesuatu bisa terjadi.


memang kemapuan kaweruhdan kemampuan ngelmu itu tidak mampu melampaui WANGKIT-NYA.Manusia itu tidak bisa mengerti sesuatu dengan tidak memakai pemikiran atau gagasannya,pengertian tentang semu baru ada dalam diri manusia kalu kita bisa lukar dari BUSANA JALMI yaitu kemampuan untuk MERASA,Hanya dalam kehheningan yangg sejati kita bisa menyadari bahwa semu itu KATON DAN MATON,Hanya dalam NING Kita bisa anggugu ing semu,lukar dari bebandan bebrayan hendaknya kita renungkan dan kita dalami,sebab di dalam benar tidaknya kita anggugu ing semu pada masa ini letak kemungkinan kita bisa lukar sebagai warga bebrayan dan menjadi warga KEHIDUPAN dalam tata KAHANAN,dan semua itu hanya bisa kita capai dengan ANGGU ING SEMU.


JUMBUH DAN RACUT adalah satunggal,karena JUMBUH DAN RACUT adalah MANUNGGAL.Tidak ada RACUT tanpa JUMBUH dan tidak ada JUMBUH tanpa RACUT..Inilah KAWULO GUSTI dan Inilah pula SANGKAN PARANING DUMADI.. MANUNGSO-KAWULO karena kurnia mampu manunggal dengan GUSTINYA..inilah NGELMU dan SEMU.AGAMA ABDI AGAMA KAWULO.


SUWUNG HAMENGKU ONO..WUJUD KANG SEJATI SUWUNG ANANE..ANANE WUJUD KANG SEJATI YO AMUNG SUWUNG..MILO KASEBAT SUWUNG HAMENGKU ONO...UTOWO AWUJUD


HAMUNG KASUWUNGAN KANG ISO MADAHI JAGAD SAK ISINE.
.

Sabtu, 08 Oktober 2011

DUMADINE ONGKO 11=(SEWELAS) SANGKAN PARANING DUMADI

ONGKO 11=(SEWELAS) 
Dumadine ongko sewelas 
paring pasemon marang kito naliko 
Bopo lan  Biyung 
dadi temanten di jejerake/di temok ake.


11-11=4  2011=4   (4.4) 
menampilkan 

وَآتُواْ النَّسَاء صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْساً فَكُلُوهُ هَنِيئاً مَّرِيئاً   
4.4. Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan . Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.
11-11=4    2011=4    JUM'AT=6 PON=7 =13=4 
44.4
menampilkan
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ   
44.4. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah ,

 44.4=12
ONGKO 12 =(RO LAS) 1.SIJI tegese URIP   2. tegese lanang /wadon yo bopo yo biyung pangertene 12 (rong elas) UTOWO RONG IJI / URIP 1 SIJI ngerong ono / manggon ono wong 2 (loro)yo Bopo Biyung.



Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni'mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".


  
.