Senin, 15 Agustus 2011

"KAWULO-GUSTI" (sangkan paraning dumadi)

"KAWULO-GUSTI" 

(sangkan paraning dumadi)

oleh Agung Pambudi pada 07 Juni 2011 jam 3:45
"KAWULO-GUSTI" (dalam pandangan SANGKAN PARANING DUMADI)

kAWULO-GUSTI
KAWULO -berarti aku,aku yang tidak kekal.
  • Tanpa kesadaran sebagai MANUNGSO- KAWULO ,maka kita juga bisa menerima pengertian tentang adanya GUSTI ,Tetapi dalam kenyataan kehidupan sehari -hari akan tetap mengabdi kepada aku-nya sendiri.Kita bisa menerima pengertian tentang cinta sesama ,tetapi didalam pengetrapan tentu akan berpegangan kepada dalil :banyak aku- sedikit kamu.  Benih pengertian tentang SANGKAN PARANING DUMADI Hanya bisa tumbuh dalam wadahnya,karena KURNIA.WADAH dari SANGKAN PARAN adalah KAWULO-GUSTI.Pengertian tentang SANGKAN PARAN bisa tumbuh dalam hati seseorang karena kesadaran di dalam suatu sikap jiwa.tiap manusia itu menyadari diri bahwa dia itu benda hidup yang mempunyai pribadi dan bernama.
  • Dalam Kehendak kita yang bebas maka kita harus menentukan lebih dulu suatu sikap jiwa sebagai dumadi terhadap pengertian adan-nya GUSTI .DI dalam kesadaran akan kebukan apa-apaan kita sebagai manusia bisa tumbuh kesadaran kita sebagai MANUNGSO- KAWULO karena KURNIA.Memang KAWULO-GUSTI itu bukannya pengertian yang berasal dari fikiran atau pendapat manusia,tetapi pengertian yang tumbuh alami,karena tidak bisa dikonsepsi atau di organisasi ,.KAWULO-GUSTI bersifat pribadi dan tumbuh dalam diri kita sebagai pengertian dan pengetrapan SANGKAN PARANING DUMADI dalam hidup berngelmu .
  • pengertian tentang SANGKAN PARAN adalah benih kehidupan ROHANI yang mampu tumbuh sendiri dalam diri kita menjadi benih dan pohon kehidupan yang kekal dan akan mengahiri adanya sebagai benih dalam alam kebebasan yang kekal ,karena itu KAWULO-GUSTI Sebagai pengertian dan daya hidup tentu berbeda caranya mawana dalam diri kita masing -masing
  • salamku duhai para leluhur penghayat sangkan paran yang hadir pada malam ini..hanya air mata kerinduanku padamu wahai para kekasih hyang widi disepertiga malam ini .trimakasih telah menyambangiku disini..kelak aku akn kembali berkumpul bersamamu di tempat dimana kita semua pernah bertemu dalam satu rasa satu jiwa...satu kehendak..dialam kelanggengan..rahayu..sagung dumadi.

  • KAWULO-GUSTI..adalah Suatu kurnia yang mampuu memberikan kepada kita kesadaran sebagai MANUNGSO dan kesadaran sebagai KAWULO.


  • Tata bebrayan adalah
  • 1. Menjalani apalakrama (mempunyai brayat-keluarga)..
  • 2. Menghindahkan tatakrama (sopan -santun)..
  • 3, Melakukan uupaya sandang pangan (berusaha sandang dan pangan)
  •  4.Mempunyai papan (tempat tingggal).tata bebrayan adalah norma yang harus diterima oleh setiap warga bebrayan tentunya akan mengurangi dan mengubah setiap norma yang baginya tidak begitu menguntungkan,MANUNGSO-KAWULO seharusnya menerima norma -norma itu dalam keseluruhan sebagai kesatuan dalam pandangan hidup yang di terimanya,KAWULO-GUSTI sebagai pandangan hidup adalah MANUNGSO-KAWULO yang menemukan kehidupan sebagai mahkluk sosial dalam hidup bebrayan. KAWULO-GUSTI adalah suatu kurnia yang mampu memberikan kepada kita kesadaran sebagai sentana,yaitu menyadari bahwa dununge ana itu didalam kahanan ,dan bukannya didalam bebrayan.
  • Dunung itu berarti lokasi dan kewajiban-nya .(jawa-berarti ngerti tata.ngerti tata dalam
  • 1.bebrayann adalah tata bebrayan.
  • 2. kahanan adalah tata kahanan.)kesadaran sebagai sentana memberi penngertian kepada kita tentang tata kahanan ,tata kahanan adalah tanpa apalakrama tetapi manunggal-tanpa tata krama,tetapi satunggal (satu),-tanpa upaya tapi angsal(dapat),--tanpa pangan tetapi neda (makan)..-tanpa papan tetapi manggen (berteduh),
  • dalam tata kahanan maka ana tidak perlu nganak-ake (mengadakan) untuk kelangsungan ada-nya ,ana dalam hidup bebrayan ialah ana dengan sarana .sarana untuk kelangsungan ana dalam hifup bebrayan ialah upaya sandang,pangan,papan,ana dalam kahanan adalah ana tanpa sarana.Tata kahanan itu tidak bisa dihidupi.dalam arti kata menghidupi itu termasuik pengertian bahwa yang menghidupi dan yang dihidupi itu berbeda.menghidupi bebrayan itu belum manunggal .tata kahanan adalah semu yang senantiasa katon dan maton. semu tidak perlu dihidupi lagi.semu adalah jalan yang mampu membawakan kita kedalam kebenaran.kesadaran sebagai sentana adalah jalan bagi DUMADI yang menghidupi SANGKAN PARAN, KAWULO -GUSTI sebagai jalan hidup adalah kesadaran kita sebagai MANUGSO-KAWULO yang menemukan penggetrapan -nya dalam hidup bebrayan,tetapi tidak kita hidupi menjadi kasunyatan donya ,melainkan kita hidup menjadi kasunyatan bawana ,Kasunyatan donya itu menemukan kegunaan dan pengetrapanya di dunia ,sedang kasunyatan bawana itu menemukan kegunaan sebagai kelangsungan dari ana .

  • KAWULO-GUSTI adalah suatu kurnia yang mampu memberikan kepada kita kesadaran bahwa manusia itu bagian dari hukum kehidupan .sebagai rohaniwan yang telah mencapai kedewasaan sudah selayaknya-lah kalau kita harus berani ikut mempertanggung -jawabkan kelangsungan dari ada-nya atau kelangsungan dari berlakunya hukum kehidupan.
  • Seorang anak yang sudah dewasa itu di anggap mampu untuk mempertanggung-jawabkan laku perbuatannya.laku perbuatan adalah milik aku,itulah kehendak aku dalam pengetrapannya,si anak tersebut masih hidup untuk kepentingan aku-nya,karena dia juga hanya mempertanggung jawabkan-laku perbuatannya dalam hubungan dengan tata hukum dimana dia berada.
  • Seorang rohaniwan yang sudah dewasa itu seharusnya juga mampu untuk mempertanggung jawabkan kelangsungan dari kehidupan.dia tidak hidup lagi untuk kepentingan aku-nya,tetapi untuk kepentingan arti kehidupan ,dia harus ikut mempertangung-jawabkan atas kelangsungan dar ana sehubungan dengan berlakunya tata hukum kahanan.
  • kesadaran sebahgai sentana memberi kemampuan kepadda kita untuk menyadari kesadaran kita ,artinya kita mampu menyadarai bebandan yang timbul karena pengetrapan kesadaran dalam kehidupan ,dan bebandan itu tidak lagi mampu menyelubungi kita dalam kesadaran ,karena nya kita juga menyadarai tumbuhnya bebandan dan caranya lukar dari bebandan itu ,kesadaran sebagai sentana adalah kesadaran didalam semu ,karena itu semua bebandan ngelmu tidak lagi tumawa (mengena) di dalam semu tidak ada aku ,adanya INGSUN.

  • Kita telah melampaui WANGKIT NGELMU dan WANGKIT KAWERUH , WANGKIT NGELMU adalah WANGKIT RASA,sedangkan WANGKIT KAWERUH adalah WANGKIT PAMIKIR,dalam wangkit rasa dan wangkit pamikir ..tumbuhlah NING .Manusia lukar dari BUSANA JALMI dan mengenakan BUSANA JATI .
INGSUN ITU HANYA DUMADI YANG TIDAK BISA APA APA,TIDAK MAMPU APA APA DAN TIDAK MENGERTI APA APA DALAM PERSOALAN GUSTI,KARYA GHAIB DALAM SEMU ADALAH KARSA GUSTI SEMATA,MANUSIA HANYA BISA ANGGUGU ING SEMU AGAR KELAK MANUNGGAL ING KARSA.


Rasa Tunggal yang bersifat TAN-ANA Tidak mempunyai pangkal,karena-nya juga tidak bisa di tuju dan tidak bisa diusahakan ,rasa tungal yang bersifat tan-ana itu selamanya ada,dan bukannya berasal dari.
Setiap manusia itu dalam kenyataannya bisa mempunyai rasa asih mring GUSTI.Rasa asih mring GUSTI adalah rasa cinta kepada sesuatu yang tidak kita kenal ,tidak kita lihat dan tidak kita mengerti,Rasa cinta yang demikian itu merupakan rasa cinta dalam kepercayaan yang tumbuh dalam diri kitta karena kemapuan kita sebagai mahkluk berbudi untuk ngesti GUSTI.Suatu kemampuan manusia yang tumbuh karena adanya budi kemanusiaan.
sesuatu yang mawana itu tiddak selamanya ada,rasa sejati tidak selamanya ada,karena insan harus menghayatinya untuk bisa menyebut ada.rasa sejati adalah suatu realitas dalam semu.lukar dari bebandan apalakrama berarti kita sudah bebas dari ikatan dan kelekatan rasa asih manusiawi dan rasa asih alami,dan karena daya ghaib GUSTI mampu mengada dalam rasa asih yang sejati.
Sejati iu belum SAWETAH namun baru NYAWETAH. pertumbuhan kita dalam rasa asih membawakan kita dalam rasa asih yang perincian kedalam rasa sih yang nyawetah .


Manusia tidak bisa bebas dari dari rasa asih,karena rasa asih dan didalam rasa asih manusia mangana,sehubungan dengan SANGKAN PARANING DUMADI ,maka rasa asih bisa kita bedakan dalam..rasa asih manusiawi,rasa asih alami,dan rasa asih sejati.


RASA TUNGGAL YANG SELAMANYA ADA ADALAH SANGKANING DUMADI.
RASA ASIH MANUSIAWI adalah sarana manusia tata lahir untuk kelangsungan ana.
RASA ASIH ALAMI adalah sarana manusia tata bathin untuk kelangsungan ana.
RASA ASIH SEJATI adalah PARANING DUMADI.
DI dalam ngelmu kita harus berusaha,tetapi didalam semu kita cukup dengan anggugu ,anggugu ing semu sebagai sudah tinemu adalah jalan,kehidupan dan kebenarann yang sejati menuju NGRIPTTA RAGA.
Seorang rohaniwan baru dapat dinamakan seorang rohaniwan NGELMU ,kalau dia dalam kenyataan hidup sehari hari sudah bebas dari usaha sandang pangan papan dimanapun dia berada ,dimanapun dia berada kehidupan mengikutinya  mengantar sandang pangan dan papan baginya.terbukannya hati manusia terhadap unsur kekekalan didalam kejadian alam dinamakan KEBUKA,BINUKA,atau TINARBUKA.....TINARBUAKA adalah KURNIA GUSTI,TINARBUKA ADALAH TERANG ROHANI yang mawana dalam diri kita hingga kita mampu menyadari SIT-ING GUSTI Itu mana .
peristiwa ghaib adalah ghaib adanya dan ghaib terjadinya ,peristiwa ghaib adalah jalan ghaib bagi masing masing rohaniwan ngelmu dalam lelakunya menuju LUKARING BUSANA JALMI.
Jalan ghaib ini hendaknya kita sadari dulu sebagai pengertian dalamlakuperbuatan,TIDAK ADA INSAN YANG MAMPU LUKAR DARI BUSANA JALMI DENGAN DAYA KEMAMPUANNA SENDIRI.hanya dengan dan karena daya keghaiban GUSTI insan bisa mengerti arti pengabdian kepada kehendak yang selamanya ada .dan pangkal dari untuk bisa mengerti dan menghidupi ini semua ialah kurnia terang rohani dalam TINARBUKA.Dengan kurnia ini maka kita mampu melakukan suatu karya yang berpangkal dari arti kehidupan .
Pengabdian kepada KARSANING GUSTI Baru dimulai kalu kita sudah berhenti mengabdi kepada kehendak atau keinginan kita sendiri,
NING adalah SARINING RUMANGSA ,atau rumangsa yang tidak dirasakan.NING bukan merupakan aktivitas dari INGSUN ,tetapi dengan SARI-NING RASA INGSUN mampu ada dalam NING .INGSUN berarti AKU (kromo inggil) berasal dari kata "ing pangsunsun' atau insan yang ada dalam penyerahan diri dihadirat KANG MURBENG DUMADI ,Karena itu INGSUN sudah bebas dari rasa keakuan,selama manusia masih mempunyai sisa rasa asih yang bersifat ana ,Maka dia belum ada dalam penyerahan diri yang mutlak terhadap GUSTI.
ngaso..mirengaken KE-AGUNG-AN ASMANIPUN kumandang ing bawono setro..
  • NGELMU adalah RASA dewasa itu adalah nyata..NGELMU angel tinemu karenanya selama hidup berngelmu kita meraba (nggrayang).NING adalah SEMU .SEMU adalah katon dan maton.inilah tujuan HIDUP dari semua DUMADI yang menuju PARAN,Witing ana itu dari tan ana,kita mangana dalam bawana antara lahir dan mati, yang menjadi niat dan tekad ,cita dan pengharapan kita adalah mengahiri mangana ,
  • Mangana dalam bawana itu membawa derita,berhenti mangana dalam bawana adalah tan ana,tan ana adalah SUWUNG.SUWUNG adalah SANGKAN PARANING DUMADI ,HENING adalah alat untuk menyadari dan mengerti ,mengerti sesuatu tanpa memikir dan tanpa merasa adalah HENING .dalam keheningan yang sejati kita bisa mengerti bahwa angger -angger kehidupan itu ada.CINTA SEJATI adalah RASA CINTA yang mawana dalam kahanan karena ada HAK yang mencintainya dalam NING.
  • Dalam CINTA SEJATI abdi semu mampu MANDIRENG PRIBADI mempertanggung -jawabkan semua arti KEHIDUPAN.
  • Nembah nuwun rawuhipun kandjeng eyang..nderek-aken wangsul sowan ing ngarsanipun..meniko pun bibit dumadi NUKAT GHAIB nyuwun-piwulang wedaran KAWULO-GUSTI- LAN SANGKAN PARAN..MUGI KALEKSANAN DUMUGI ING .(DUMADI)......rahayu sagung dumadi

ULASAN STATUS olah keribadian Agungpambudi72 di-SPERTIGA MALAM 07/06/2011 IN  Gubuk PAGUPON OMAHE DORO BATAVIA MBREBES MILI LUH ING SAKJERONING ATI




AGUNG PAMBUDI 1992 in batavia MENUNDUKKAN PANDANGAN KE IBU BUMI.

3 komentar:

  1. Menarik untuk disimak dan dikaji

    Salam Swejuk Kang..

    BalasHapus
  2. Om penasaran mau baca buku "sangkan paraning dumadi" dimana sy bisa dapat atau pinjam. Tksh

    BalasHapus
  3. inilah yg d ajarkan sang ratu adil

    BalasHapus