Senin, 15 Agustus 2011

SANGKAN PARANING DUMADI (Ulasan Status sepertiga malam 05/06/2011)

SANGKAN PARANING DUMADI 

(Ulasan Status sepertiga malam 05/06/2011)

oleh Agung Pambudi pada 05 Juni 2011 jam 11:40
RASA ASIH MRING GUSTI MERUPAKAN KERINDUAN INSAN KEPADA ASALNYA..MANUNGALING ING SIT ADALAH AMBANG PINTU UNTUK MANUNGGALING KARSA ,JUMBUHING MANUNGGALING KAWULO GUSTI ADALAH MANUNGALING KARSA,KEHENDAK MANUSIA TIDAK LAGI BISA DIBEDAKAN DENGAN KARSANING GUSTI .JUMBUH ADALAH HENANG DIDALAM JUMBUH KAWULO -ABDI ADALAH WENANG...


KEHIDUPAN ROHANI ADALAH SOAL PRIBADI,untuk mempertahankan itu tiap manusia dikurniai kehendak yang bebas dari paksaan,karena pertanggungan- jawab kepada GUSTI Tentang laku perbuatan manusia adalah juga soal pribadi antara Umat dan GUSTI ,tidak ada manusia dapat membantu ikut mempertanggung -jawabkan laku perbuatan orang lain.

Pangkal dari ngelmu bukanlah kehendak manusia ,tetapi penyerahan diri manusia terhadap ARTI KEHIDUPAN.

ngelmu bukan doktrin,ngelmu bukan merupakan suatu bentuk kebaktian umum,tumungkuling jiwa kepada -GUSTI -Yang tumbuh dari ngelmu dinamakan -KAWULO-GUSTI-.

-KAWULO-GUSTI-Adalah soal pribadi manusia terhadap GUSTI.dari ngelmu tidak dapat suatu bentuk kebaktian yang sama berdasarkan doktrin,Memang tidak ada NGELMU yang sama dan tidak ada KAWULO -GUSTI-yang bisa di organisasi.

Keheningan yang sejati adalah terang rohani dalam SEMU,Dengan NING Maka kita bisa mengerti sesuatu tanpa Memikir dan Tanpa merasa.

Walaupun demikian Keheningan dalam semu bukannya merupakan kemampuan yang MAWANA dengan sekali sempurna ..

Segala sesuatu dalam SEMU..adalah pengalaman yang oleh Aku-Suto belum pernah dialami.

Kalau kita memang anggugu ing semu agar kita bisa MANDIRENG PRIBADI.. Tidak tergantung kepada apapun dan tidak tergantung kepada siapapun ,itulah dewasa rohani.

karena itu semu adalah katon,dan semu adalah maton,siapa anggugu ing semu mbayu mili manuto kang nyoto lan ono,menerima adanya seperti adanya,lepas dari aku dan kamu.lepas dari dulu dan besok adalah anggugu ing semu,itulah kesederhanaan yang tidak bisa di tuju,dan kesunyian yang tidak bisa di buat,

Menuju sesuatu itu tentu berpangkal dari aku,ingsun tidak memiliki kebutuhan yang berpangkal dari nafsu hangganya.ingsun hanya anggugu ing semu menghidupi KARSA.Disini dan sekarang lepas dari waktu dan ruang adalah KEJATEN.

Disini lukar dari dunung dan sekarang lukar dari waktu adalah KARSA yang MAWANA.Rohaniwan yang sudah bisa mangana dalam SEMU,maka anggugu adalah satu satunya pandangan rohaninya,

kita tidak bisa menjadi pura bapak-ibu yang berkenan, kalau kita tidak anggugu kepada ssemua kehendak bapak dan ibu,anggugu adalah sikap anak terhadap orang tuannya..Demikian pulalah para rohaniwan yang telah mampu lukar dari BUSANA JALMI.


Dengan INGSUN dalam NING maka mereka menjadi kanak kanak yang bisa percaya YA dan menggantungkan segala sesuatu kepada KANG MURBENG DUMADI.akibat lukar dari busana jalmi jadi bukannya suatu status yang hampa pengertian.tetapi suatu pertumbuhan diri dalam kemurnian dan kesederhanaan.

anggugu minta disadari dan ditrima oleh Para abdi SEMU ,karena anggugu bersifa khas untuk masing masing abdi,anggugu,sebagai pandangan rohani adalah khas sesuai dengan watak sifatserta ciri pembawaan setiap abdi semu

Rohaniwan SEMU tidak lagi egoistis,karena kehampaan dari nafsu keakuan sudah bisa dilampaui .bebas dari kebutuhan yang berpangkal dari aku -suto adalah syarat mutlak untuk bisa anggugu ing SEMU.Percaya YA adalah percaya dengan SUMARAH ING KAREP,dan SUMELEH ING PAMIKIR.

Percaya YA adalah sederhana sebagai pemikiran ,tetapi kesederhanaan dalam percaya YA itu bukan merupakan kesederhanaan yang di tuju,percaya YA adlah satu satunya bentuk kepercayaan yang benar dalam rangka SANGKAN PARANING DUMADI.

sek nyruput wedhang lan nyumet jisam soe..hm
ngene IKI aku kok kelingan slirane terus yo...hm yo wes iki aku lagi mulang bibit dumadi dewe..kang clumorot kadyo syang hyang NURCAHYO..ing ......hm..RIRIS TANGIS ARANMU KUMOLAH GEDONGMU,LAYAR PUTIH SEGARAMU.NURMANI BANYUMU.KADUNUNGAN AKSORO DJO KANG SINEBUT NUKAT GHAIB.WULAN IKI MANCIK GANEP SEPISAN WULAN YUSWAMU.

pertumbuhan dari rasa percya YA dalam semu akan menemukan klimaksnya.kalau kita dalam rasa percaya YA sudah bisa bebas dari rasa sayang ,bebas dari rasa sayang akan segala sesuatu yangada diluar dan di dalam diri kita ,pertumbuhan dari rasa percaya menjadi rasa percaya YA ini kita hayati pertama tama dalam penyesuaian diri,INGSUN yang karna kurnia baru mampu melewati kekosongan AKU-nya harus menyesuaikan diri dengan pandangan dan pengalaman baru dalam semu,Kasunyatan dalam semu hendaknya bisa kita sadari ,agar kita mempunyai pengertian yang wajar tentang anggugu .

Bebandan rasa sudah bisa dilalui WANGKIT-nya,didalam NING maka kita mulai mampu menghayati RASA PERCAYA YA.percaya YA jadi bisa kita anggap sebagai dasar untuk anggugu ing SEMU.Tanpa percaya YA tidak bisa ada anggugu ,karena emoh anggugu berarti ada sisa rasa pembinaan rasa keakuan.anggugu ing semu tidak bisa di emohi,didalam anggugu tidak terdapat rasa WAS,Kalau dalam anggugu masih timbul rasa canggung ,maka itu merupakan pembawaan kita sendiri ,raga kita minta waktu untuk bisa menyesuaikan diri .

Kita harus rela lukar dari busana JALMI,agar mampu ngrasuk busana JATI mulai masa ini hendaknya kita membuka hati untuk bisa menyadari arti kata CINTA atau SAYANG,Sebab didalam rasa cinta atau sayang akan banyak kita temukan pangkal bebandan ,ing WANGKIT RASA DAN WANGKIT PAMIKIR tumbuhlah NING,Klau kita karena kurnia bisa lukar dari BUSANA JALMI dan mampu ngrasuk BUSANA JATI maka kita akan menghayati SEMU diluar kedirian kita.kita menghidupi suatu kahanan yang berbeda,dan demikian pula kita mengalami perubahan dalam pandangan ROHANI .Di dalam NING kita bisa menerima anggugu,

Dan anggugu sebagai pandangan rohani dan sikap hidup hendaknya kita mengerti dan kita GUGU ,Agar kita bisa lukar dari bebandan rasa sayang,Pada masa ini rasa sayang juga menempati peranan penting dalam anggugu yang minta kesadaran dan kerelaan hati untuk bisa menerima pengertian tentang kebebasannya,lukar dari rasa asih atau sayang tdak bisa terjadi dengan sekaligus ,walaupun dengan dan karena anggugu, di dalam SEMU manusia sebagai DUMADI Masih belum lukar dari kelemahannya.ROHANIWAN ngelmu tidak bisa anggege mangsa,segala sesuatu memang minta banyak pengertian dan kesediaan hati ..

karena itu hendaknya kita waspada agar; jangan sampai anggege mangsa,tetapi jangan sampai tak acuh,jangan sampai terlalu berani,tetapi jangan sampai bersifat takut,jangan sampai mengatakan mustahil,tetapi jangan sampai memandang mudah,jangan sampai merasa bisa,tetapi jangan sampai merasa tidak mampu.menerima pengertian tentang sesuatu tanpa memikir dan merasa itu adalah khayal bagi kawerh dan ngelmu yang bukanmerupakan NGELMU KASAMPURNAN,Tetapai didalam daya ghaib GUSTI Segala sesuatu bisa terjadi.

Memang kemapuan kaweruhdan kemampuan ngelmu itu tidak mampu melampaui WANGKIT-NYA.Manusia itu tidak bisa mengerti sesuatu dengan tidak memakai pemikiran atau gagasannya,pengertian tentang semu baru ada dalam diri manusia kalu kita bisa lukar dari BUSAN JALMI yaitu kemampuan untuk MERASA,Hanya dalam kehheningan yangg sejati kita bisa menyadari bahwa semu itu KATON DAN MATON,Hanya dalam NING Kita bisa anggugu ing semu,lukar dari bebandan bebrayan hendaknya kita renungkan dan kita dalami,sebab di dalam benar tidaknya kita anggugu ing semu pada masa ini letak kemungkinan kita bisa lukar sebagai warga bebrayan dan menjadi warga KEHIDUPAN dalam tata KAHANAN,dan semua itu hanya bisa kita capai dengan ANGGUGU ING SEMU.

JUMBUH DAN RACUT adalah satunggal,karena JUMBUH DAN RACUT adalah MANUNGGAL.Tidak ada RACUT tanpa JUMBUH dan tidak ada JUMBUH tanpa RACUT..Inilah KAWULO GUSTI dan Inilah pula SANGKAN PARANING DUMADI.. MANUNGSO-KAWULO karena kurnia mampu manunggal dengan GUSTINYA..inilah NGELMU dan SEMU.AGAMA ABDI AGAMA KAWULO.

SUWUNG HAMENGKU ONO..WUJUD KANG SEJATI SUWUNG ANANE..ANANE WUJUD KANG SEJATI YO AMUNG SUWUNG..MILO KASEBAT SUWUNG HAMENGKU ONO...UTOWO AWUJUD

HAMUNG KASUWUNGAN KANG ISO MADAHI JAGAD SAK ISINE.

Olah kepribadian agungpambudi nalikone didukani maring kinasihingwang yo pamungkasing katresnaningsun..05/06/2011 in batavia gubuk pagupon omahe doro.mbrebes mili ing sakjeroning qolbu.


 MENUNDUKKAN PANDANGAN KE IBU BUMI.

walau kadhang kala aku diberi penglihatan tentang segala hal ,namun aku tiada sanggup mengungkapkannya padamu, biarlah engkau sendiri yang meyatakannya akan sebuah peristiwa yang terjadi...biarlah kan kusimpan qudsi pribadiku tentang segala rahasia..tutup mata tutup telinga .saatnya MAHENING SUCI MENGIRING LANGKAHMU

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar