Jumat, 04 Maret 2011

ROH dalam pandangan SANGKAN PARANING DUMADI

ROH DALAM PANDANGAN SANGKAN PARANING DUMADI
Olah Kepribadian Agung pambudi.



ROH


RAHAYU SAGUNG DUMADI
*ROH : adalah benih hidup,pribadi,berbadan Rohani,yang tidak atau belum punya fungsi Hidup dalam Mahluk.
‎*NYAWA:adalah daya hidup yang punya fungsi menghidupi roh dalam mahluk.nyawa adalah daya pelengkap dan bukan benih Hidup,nyawa adalah ANA.
 ‎*SUKMA: adalah roh,benih hidup perincian,yang sedang punya fungsi hidup dalam mahluk,dimana berada semua pangkal aktivitas jiwa sebagai akte (pasif).
‎*JIWA : adalah Sukma,yang dengan watak,sifat ,naluri dan nafsu badan menghidupi raga menjadi pribadi di dunia ini (aktif)
-Jiwa dan Sukma adalah satu sebagai daya,dengan perbedaan kapasifan-nya ada dalam Sukma dan keaktifan-nya ada dalam Jiwa
sebutan Jiwa  dalam diri Manusia menurut Ngelmu,hanya dipakai selama Manusia masih Hidup dengan badan Jasmani didunia.
besok sesudah ke-Mati-an,Jiwa Manusia tidak di-Nama-kan Jiwa lagi,karena tidak berbadan Jasmani.meskipun demikian,Roh Manusia sesudah kematian tetap punya Badan,karena Roh Manusia Memiliki Badan Rohani.
‎-Sesudah Ke-Mati-an Roh Manusia dengan Badan Rohani-nya dinamakan Sukma juga,Sukma jadi adalah Roh ,Benih Hidup perincian,yang sedang atau sudah punya fungsi Hidup di Dunia


Selama Hidup di Dunia ini,Pribadi Manusia terdiri dari Raga dan Jiwa,dan Manusia dalam kepribadian-nya inilah yang lazimnya menyebut dirinya 'AKU' .
19 Januari jam 2:14 · SukaTidak Suka · 5 orangMemuat...

 ‎-Kepribadian Manusia yang terdiri dari Raga dan Jiwa merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dengan tidak merugikan kepribadian-nya.

-Jiwa dan Raga adalah Dwi Tunggal.maka dari itu,walaupun Hidup Rohani dan Hidup Jasmani ada Dua kenyataan-nya ,tetapi Dua kehidupan itu merupakan satu dalam rangkaian 
Begitu pula kehidupan Manusia di Dunia ini merupakan benih dan kenyataan darimana akan tumbuh kehidupan Rohaninya sehabis kematian.
‎_sebagai kesatuan kepribadian Manusia berlangsung sampai terpisahnya Raga dan Jiwa,karena kematian.dengan kematian ini selesailah sudah peranan Jiwa di Dunia ,tetapi Sukma melangsungkan Kehidupan-nya dengan Berbadan Rohani.

_Bagaimana bentuk Kehidupan Sukma sehabis kematian ini,bukan menjadi bidang dari Semu Kamuksan.,Kepribadian Manusia itu jadi tidak didasarkan atas Tubuhnya,tetapi atas Jiwa-nya.Sesudah Kematian,maka Sukma Manusia dengan Badan Rohani-nya tetap merupakan Pribadi.

_Karena hanya Sukma sebagai Pribadi dapat di bedakan dari Sukma lain-nya dan hannya suatu Pribadi pula akan punya ke-Sadar-an untuk mengenal tujuan-nya.

-Gejala atau gerak gerik Jiwa dalam Diri Kita,seperti :Melihat ,Memikir,Menimbang dan lain sebagai-nya,itu adalah rentetan gejala yang tidak bediri sendiri,tetapi merupakan gejala yang mengada dan berpangkal dari suatu inti daya.
Aktivitas Kita dalam Hidup Sehari-hari di-Gerak-kan oleh suatu Pangkal Daya yang berada di luar aktivitas itu.karena kita dapat mengatakan,bahwa sifat Jiwa ialah Hakiki,artinya mengandung inti.inti daya dalam Jiwa adalah pangkal dari semua aktivitasnya..dengan demikian kita dapat membedakan: 
*- Inti- Daya sebagai Pangkal Aktifitas ( Pasif), dan 
-Aktifitas Jwa itu sendiri (Aktif).
Meskipun inti Daya adalah Pangkal dari semua aktivitas Jiwa,tetapi inti-daya berada diluar aktivitas tersebut.inti -daya siang dan malam tetap berfungsi:
- walaupun kita tidak menghendaki,
- walaupun kita tidak berkehendak,
- walaupun kita tid...ak menyadari,dan
- walaupun kita dalam keadaan tertidur.

Inti -Daya berfungsi;
-melangsungkan kehidupan vital diluar kehendak,seperti pertukaran zat,peredaran darah dan lain sebagainya.
-melangsungkan aktivitas manusia sebagai pemuasan nafsu yang di kehendaki.
-melangsungkan reaksi manusia diluar kehenddak terhadap adannya suatu perangsang ( reflek).
inti-daya dalam jiwa merupakan pangkal hidup vital dan pagkal dari semua aktivitas jiwa.
 inti-daya tersebut dalam Ngelmu dinamakan SUKMA dan ada dalam keadaan pasif diluar aktivitas JIWA .SUKMA jadi ialah inti-daya yang pasif dan JIWA adalah daya hidup yang aktif dalam diri manusia. ‎-batas kemampuan kaweruh adalah JIWA,karena JIWA mempunyai gejala-gejala lahir dalam aktivitasnya yang dapat di cerap dengan indera.
-perihal SUKMA manusia tidak biisa disebut Kaweruh lagi,karena akal Manusia tidak mampu untuk Memikirkan-nya.SUKMA hanya bisa dimengerti dengan RASA,Rasa perincian Manusiawi yang di bangkitkan oleh Rahmat (tinarbuka)
_Pengetrapan Rasa untuk bisa mengerti hal ikwal SUKMA - itulah NGELMU...namun NGELMU KASUKSMAN bukan merupakan cara untuk mengetahui perihal SUKMA semata.-Dasar Ngelmu Kasukman ialah Daya Ghaib yang Ada.Daya Ghaib tidak bisa dipakai untuk mengerti tentang Kehidupan Kekal demi Pengetahuan.Ngelmu Kasukman jadi hanya bertujuan kekekalan dan kesempurnaan JIWA.


2 komentar:

  1. jiwa2... bangunlah hidupi kebersamaan dlm arti ebersamaan.. heheh.. nyambung gak yah Mas..?

    BalasHapus
  2. Ulasane apik, nanging ora saben uwong biso mahami, opo meneh uwong sing sinau agomo mung kulite thok....ora bakal tekan semono....tur yo malah nyalahke...., mugo-mugo sitik mboko sitik menungso podo gelem nyinau jatidirine menungso, soko ngendi asale awake dewe lan no ngendi awake dewe mengko bali. "matur nuwun mbah ..nambah suport.."

    BalasHapus